Di Desa Kalelu,Belulang Ikan Paus Jadi Central Ritual Adat Usir Hama dan Minta Hujan

Warga Lega-Lega Community(LLC) Ritaebang sedang mengabadikan belulang ikan Paus  di pantai Kanada,Desa Kalelu,Solor Barat-Flores Timur.Foto:BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork.com-Tulang belulang ikan paus yang terdampar di areal pantai Kanada desa Kalelu,kecamatan Solor Barat pada tahun 1900,oleh warga setempat dijadikan pusat ritual adat pengusiran hama (penyakit) tanaman dan seremonial meminta hujan.

Mantan Kades Kalelu,Martinus Poron Manuk

Walau tidak terlalu tahu mengapa leluhur mereka mengkultuskan tulang belulang ikan paus tersebut namun menurut Martinus Poron Manuk,salah seorang tokoh masyarakat desa Kalelu ketika dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com,Senin (2/3) menjelaskan Tuan Tanah di desa tersebut akan selalu mendapat petunjuk keterkaitan antara laut dan hama atau penyakit yang menyerang tanaman mereka.

Demikianpun halnya bila di musim penghujan,namun terjadi kekeringan atau tidak ada hujan.Tuan tanah dikampung itu pasti mendapat petunjuk yang selalu berhubungan dengan laut.Oleh karena itu,ditempat tulang belulang ikan paus yang terdampar tersebut,dijadikanlah sebagai pusat seremonial adat untuk dua jenis kepentingan tersebut.

Lantas bagaimana kisah ikan paus itu terdampar?

“Saya sendiri tidak terlalu tahu karena menurut cerita orang tua ,peristiwa itu terjadi di tahun 1900. Menurut cerita yang terwariskan dari orang tua dahulu,ada 7 ikan paus yang mengiringi satu ekor yang terdampar di lokasi ini.Tuan tanah lalu melakukan seremonial tolak bala,karena memang tidak seperti biasanya ikan sebesar itu terdampar di perairan mereka.Untuk memotongnya,mereka membuat tangga dengan 7 anak tangga dan mengiris dagingnya dari punggung.Bahkan seorang dari suku Jawan,masuk ke dalam perutnya dan menyayat daging ikan itu.Dan tulangnya seperti yang terlihat di rumah huniannya itu.”ujar mantan Kepala Desa Kalelu itu seraya menambahkan pada tahun 2016,warga setempat membuat pondok untuk melindungi tulang belulang ikan paus yang terdampat itu.

Selain sebagai pusat seremonial adat untuk mengusir hama tanaman,dan meminta hujan pada Wujud Tertinggi,tulang belulang ikan raksasa tersebut menjadi obyek wisata bagi desa Kalelu.Sayang,semuanya belum terurus dengan baik.(Emnir).

Editor :Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment