Sindikat Palembang Sasar 15 TKP ATM Bank Lokal di Kuta

Tsk dan sejumlah BB saat rilis. Foto: bnn/sid.

Badung/BaliNewsNetwork-Reky Rendra (22) alamat Gedung Nyawa, Runjung Agung, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dan Sulaiman (32) asal Palembang alamat Kaum Pondok Karadenan, Cibinong ditangkap karena terbukti telah melakukan pencurian dan penipuan di 15 TKP ATM yang ada di wilayah Denpasar dan Badung dalam jangka waktu dua bulan.

Keduanya yang asli Palembang ini tertangkap usai melakukan aksinya di ATM Bank Danamon yang berlokasi di toko S3D depan lokal Bali Hostel Jalan Kediri, Tuban, Kuta, Badung, Senin (19/3).

Para pelaku ditangkap Selasa (20/3) di tempat mereka menginap di Hotel Melati View, Gang Melati, Jalan Kartika Plaza, Badung ini setelah pemilik konter ATM melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta.

Modus pelaku adalah dengan melakukan pengganjalan di card reader dengan menggunakan benda sejenis mika yang berwarna bening kristal.

“Pemilik konter ATM Bank Danamon menghubungi kita (Polsek Kuta-red) bahwa ada transaksi dengan sistem konvensional dia mengganjal card reader dengan salah satu mika. Jadi kalau ada ATM nasabah yang masuk dia ambil uang gak bisa keluar lagi gak bisa transaksi,” ungkap Kapolsek Kuta Kompol Nyoman Wirajaya, Senin (26/03) di Kuta, Badung.

Pasca kejadian itu, pihak Polsek Kuta melakukan penyelidikan dan terungkap dari rekaman CCTV ada orang yang tidak dikenal yang memasang pengganjal tersebut.

Melalui CCTV juga, terungkap dari tempat penyewaan sepeda motor alamat tinggal para pelaku yang diketahui berjumlah dua orang.

Selasa (20/03), Polisi mendeteksi keberadaan tempat tinggal para pelaku yang menginap di hotel Melati View, Gang Melati, Jalan Kartika Plaza, Badung.

Saat digerebek, petugas menemukan barang bukti yang digunakan untuk mengganjal kartu di mesin.

Ditanya adanya keterlibatan pelaku lain, pihak Mapolsek Kuta mengaku masih melakukan pendalaman apakah ada pelaku lain yang menjadi operator atau call center palsu.

Kapolsek mengakui, hingga saat ini belum mengetahui jumlah total kerugian akibat peristiwa itu. Yang jelas, katanya pelaku tidak hanya menyasar ATM Bank Danamon, melainkan juga ATM Bank lainnya seperti, BRI, Mandiri, BNI dan HSBC.

“Pengakuan dia (tersangka-red) Rp 75 jutaan dari 15 TKP kalau rata-rata per TKP Rp 5 juta bisa dikuras hampir segitu tapi nanti kita minta data ke bank.” ujarnya.

15 TKP ini tersebar di berbagai wilayah seperti Denpasar dan Badung. Di Denpasar paling banyak di kawasan Sanur, kemudian di Kuta, Jimbaran dan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. “Mereka memang berniat melakukan aksinya di Bali dan pengakuan mereka sudah dua bulan beraksi,” imbuh mantan Kapolsek Ubud ini.

Para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 hingga 7 tahun penjara.

Sementara barang bukti (BB) yang disita antara lain, 4 kartu ATM Bank BRI, 4 buah kartu ATM Bank BNI, 1 buah kartu ATM HSBC Premier, 13 lembar struk transaksi, 4 buah Sim Card yang sudah terpakai, 1 buah memory card, 1 buah tang, 2 buah obeng, 2 buah Lem G, 1 buah plaster doble tip 1 buah potongan gergaji besi, 5 buah potongan mika, 6 buah stiker call center palsu Bank BNI, 8 buah stiker call center palsu Bank Mandiri, 7 buah stiker call center palsu Bank BRI, 7 buah stiker call center palsu ATM Link, uang Rp 200.000, 2 unit sepeda motor jenis Honda Scoopy dan Honda Beat. (Sid)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment