Pasok Dua Kg SS dari Jakarta, Tiga Pria Terciduk

Foto: bnn/sid.
Denpasar/BaliNewsNetwork-ENJY (laki-laki 31 th), AP (laki-laki 25 th) yang berperan sebagai kurir dengan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu (SS) seberat 2 kilogram lebih diamankan Ditresnarkoba Polda Bali bersama Satgas CTOC Polda Bali di Pintu masuk Bali, Gilimanuk, Jembrana pada Selasa (20/03) sekira pukul 19.30 Wita.
Saat dilakukan penggeledahan petugas mendapati barang bukti 1 buah tas ransel warna hitam merk Oakley yang di dalamnya berisi tas warna hijau bertuliskan Happy Birthday.
“Ada dua buah kantong plastik warna silver dan di dalamnya masing-masing terdapat plastik klip besar bening berisi kristal bening yang diduga sediaan narkotika jenis sabu dengan berat masing-masing 1,015 gram brutto dan 1,015 gram brutto, 1 buah hp Samsung lipat warna putih, 1 buah ATM BCA,” ujar Wakil Direktur Narkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko, Rabu (21/03).
Petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap NY (laki-laki 29 th) yang berperan sebagai pengedar di kos tersangka di Jalan By Pass Ngurah Rai, Suwung Kauh, Denpasar Selatan.
Di TKP tiga, Jalan By Pass Ngurah Rai Suwung Kauh Denpasar petugas hanya menemukan sejumlah barang bukti berupa 1 buah hp Samsung warna putih, 1 buah hp Blackbery warna hitam, 2 buah buku tabungan BCA, 1 buah buku tabungan BRI, 1 buah buku tabungan Mandiri, 2 buah Kartu ATM BCA, 2 buah kartu ATM BRI, 1 buah kartu ATM Mandiri, 1 buah dompet warna coklat berisi uang Rp 65.000 milik NY.
Sementara di rumah kos E N J Y (TKP kedua) yaitu di Jalan Nuansa Indah Utara l Banjar Tengah Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Barat saat digeledah petugas menemukan 1 buah alat hisap sabu (bong) dan 1 buah buku catatan jual beli sabu.
Sabu senilai Rp 4 miliar tersebut dipasok dari Jakarta. “Mereka dari Jawa dan sudah lama di Bali, ngakunya baru ambil sekali di Jakarta, ini akan kita kembangkan,” pungkasnya.
Para tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 2, pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup, dan maksimal hukuman mati. (Sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment