Ditegur  Sat Lantas Karena Tak Berhelm, Oknum Pegawai Rutan Larantuka  Meradang

Aksi keributan kecil dalam operasi keselamatan Sat Lantas Polres Flotim,Kamis (22/3).Foto : BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Merasa  terlecehkan oleh lentingan makian saat ditilang tim Sat Lantas Polres Flores Timur,Kamis (22/3) sekitar pukul 10.10 wita, salah seorang pegawai cpns Rumah Tahanan (Rutan) Larantuka,DGN,sontak meluapkan kekesalannya yang memicu keributan kecil antara Tim Sat Lantas yang sedang melaksanakan operasi keselamatan tersebut dengan oknum pegawai Rutan DGN.

Peristiwa itu bermula dari penghentian sepeda motor yang dikendarai dua staf cpns Rutan Larantuak, JSH dan DGN di ruas jalan depan Gereja Katedral Larantuka  oleh  anggota Lantas yang melihat DGN tidak mengenakan helm. Sebagaimana protap dalam operasi keselamatan,  anggota Lantas pun mengingatkan DGN untuk wajib mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor.Penanganan persuasif tersebut pun berubah  menjadi luapan amarah dan sempat terjadi adegan baku tarik  dengan nada tinggi saling mengancam.

Terdengar suara DGN   yang tidak terima kalau dirinya disemprot dengan makian. DGN bahkan sempat mengancam akan mengadukan hal itu pada om-nya berpangkat perwira  yang sedang bertugas di Mabes Polri.

Sebagaimana yang disaksikan BaliNewsNetwork.com, keributan kecil yang terjadi sekitar 15 menit  itu sempat menjadi tontonan warga sekitar. Arus lalulintas pun sempat  macet. Kondisi tersebut berhasil diredahkan ketika Tim Lantas yang sedang bertugas itu, memutuskan untuk melakukan evakuasi DGN ke Polres Flotim.

Walau sempat ditenangkan Kabag Ren Polres Flotim,Maria Romakia,toh,DGN tetap pada prinsip tidak menerima kalau dirinya dicaci maki anggota Lantas. Urusan perseteruan itu pun berlanjut di ruangan Wakapolres Flotim dengan dihadiri pimpinan dan beberapa staf Rutan Larantuka.

Kapolres Flotim AKBP Arri Vavirianto yang dikonfirmasi secara terpisah di ruangan kerjanya menjelaskan peristiwa tersebut terjadi karena ada kesalahpamahan kecil di antara  salah seorang staf Rutan dan anggota Lantas Polres Flotim.

“Ini operasi keselamatan yang lebih mementingkan tindakan persuasif, bukan tindakan tilang. Saya selalu ingatkan  ke anggota saya bahwa dalam operasi keselamatan ini 80 persen sifatnya persuasif-mengingatkan,(menegur), dan 20  persennya tindakan tilang apabila ada kondisi membahayakan seperti ngebut, mengendarai kendaraan dalam kondisi mabuk,   berkendaraan dengan aksi-aksi yang membahayakan dan lain sebagainya. Untuk urusan  pelanggaran berlalulintas ini, ya kami tetap membuat teguran, dan seperti apa urusan internal  Rutan, kami menyerahkan sepenuhnya pada pimpinan Rutan.” tandas AKBP Arry.

Sementara itu rekan sekendaraan DGN,JSH yang dikonfirmasi BaliNewsNetworkcom di areal Propam Polres Flotim mengisahkan awalnya keduanya menuju pelabuhan Larantuka dengan menggunakan sepeda motor  masing-masing lengkap dengan helm .Tujuan mereka adalah menjemput senior mereka yang datang dari Lembata. Karena satu sepeda motor dan helm diserahkan kepada senior mereka itu, terpaksa perjalanan pulang dari pelabuhan ke Rutan keduanya berboncengan dengan kondisi DGN tidak berhelm lagi .

“Awalnya baik-baik sa,namun beta sendiri kaget kog jadinya begini.Beta sendiri kaget,entah makian itu dari mana,teman DGN sendiri yang dengar,beta sonde terlalu tau.”tutur JSH dengan dialeg khas Kupangnya . (Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment