PLTS Solor Barat Tipu Kontraktor

Kantor PLTS Solor Barat,desa Kalelu.Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork.com-Habis manis,sepah dibuang,demikian padanan perumpamaan itu dengan kondisi  yang terjadi dalam penanganan proyek pengadaan pipa dan pemasangan instalasi pada Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS )Solor Barat,Desa Kalelu.Setelah menghadirkan pipa bersama aksesoris lainnya oleh rekanan, pihak PLTS Solor Barat secara sepihak melakukan pembatalan.CV Karya Apolo,rekanan yang ditunjuk untuk penangani pekerjaan tersebut pun berang ! Pj.PLTS Solor Barat,Muhammad Lewar ‘menghilang’, Asisten Manajer Energi Baru Terbarukan (EBT)-Sektor NTT,Rodri Gusti Sajana kepada BaliNewsNetwork.com mengaku tidak berada dalam ruang permasalahan tersebut !

Direktur CV Karya Apolo,Juliana Krowe Lewar yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com di Ritaebang,Senin (19/3) dengan lantang meluapkan kekesalannya atas ulah Pj.PLTS Solor Barat,Muhammad Lewar  yang telah mengingkari kesepakatan kerja yang telah dilakukanknya.

Juliana Lewar mengisahkan,pada pertengahan bulan Desember 2017,pihaknya didatangi oleh Pj.PLTS Solor Barat,Muhammad Lewar dikediamannya,desa Pamakayo dan memintanya untuk menangani 3 item pekerjaan yakni pengadaan pipa medium A dan pemasangan instalasi dengan total penawaran Rp 116.040.000, Pengerjaan Bak Air senilai Rp 15.000.000 dan Rehab Atap PLTS ,Rp 104.000.000.

“Karena mendapat penunjukan tersebut,saya lalu minta Mad Lewar untuk membuatkan kontrak kerja.Namun dia senantiasa mengatakan karena kami berkeluarga dan sudah saling mengenal,maka jalankan saja. Atas dasar kepercayaan itu, saya lalu mengadakan pipa berserta asesorisnya. Komunikasi waktu itu sangat lancar dan hampir setiap hari dia datang ke rumah.Namun  ketika 209 batang pipa dan aksesorinya hendak  diberangkatkan dari Surabaya menuju Larantuka untuk selanjutnya ke PLTS Solor Barat, Pj.PLTS Solor Barat tersebut berubah menjadi dingin dan selalu menghindar.Setiap kali telpon dia,dia langsung matikan.” tutur Juliana Lewar.

Perkembangan pergerakan pipa itu pun selalu disampaikan pihak CV Karya Apolo ke Pj.PLTS Solor Barat,termasuk  adanya serangan badai yang menyebabkan kapal pengangkut terlambat tiba di Pelabuhan Larantuka. Sialnya ketika barang pesanan itu tiba dan diantar ke PLTS pada tanggal 13 Pebruari 2018, mereka tidak menerimanya dan mengarahkan CV Karya Apolo untuk membawa pulang semua barang pengadaan yang telah disepakati sebelumnya itu.

“Saya ngotot dan mempersoalkan kesepakatan sebelumnya itu.Saya tidak gila ,tanpa ada permintaan lantas saya mengadakannya.Dan persoalan tersebut menjadi panjang dan hingga kini.Saya tuntut hak saya,tapi hingga kini belum juga mereka bayar.Kami bahkan telah melaporkannya itu kepada kepolisian Pospol Solor Barat,dan dalam mediasi  tersebut,pihak PLTS menyatakan kesediaannya untuk membayar.Tapi sampai hari ini kesepakatan itu belum juga mereka laksanakan.Bahkan saya terus dipingpong oleh mereka.Mad Lewar sendiri terus menghindar.” ungkap Juli Lewar seraya menegaskan dirinya siap membawakan kasus itu ke rana hukum.

Asisten Manajer Energi Baru Terbarukan (EBT)-Sektor NTT,Rodri Gusti Sajana ketika dikonfirmasi terkait persoalan tersebut melalui ponselnya ,mengaku tidak berada dalam areal kasus tersebut.Sodoran pertanyaan terkait tanggungjawab PLTS terhadap pengingkaran kesepakatan kerja itu pun tidak ditanggapinya.Rodri bahkan lebih aktif menanyakan dari mana wartawan BaliNewsNetwork.com mendapatkan nomor kontaknya.(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

BERITA TERKAIT:

Pj.PLTS Solor Barat Batalkan Kontrak ‘Dalam Hati’

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment