Pacar Kabur, Dua Wanita NTT Melahirkan Anak Lalu Diselamatkan Angle Heart

Melati saat memeriksa bayinya di RSUP Sanglah. BNN/IST.

Rabu (21/02/2018) kemarin, saya mendapat pesan WA dari Ibu Linda, pemilik Yayasan Angle Heart. Linda menyampaikan, baru saja kedatangan dua ibu muda asal NTT tanpa suami. Dia memberi identitas mereka lengkap dengan beberapa foto. Kamis (22/02/2018) malam saya mewawancarai kedua ibu tersebut. Berikut kisahnya.
Oleh: Rahman Sabon Nama

Denpasar/BaliNewsNetwork.Com-Dua wanita muda asal NTT ini harus rela menanggung malu berkepanjangan. Betapa tidak, keduanya ditinggalkan oleh calon suami mereka. Beruntung, masih ada Yayasan Angle Heart yang mau menampung mereka.

Kisah pertama dialami oleh Melati, sebut saja begitu. Gadis asal Desa Kaera, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, NTT pada 17 Februari 2017 melahirkan prematur seorang bayi laki-laki di RSUP Sanglah. Biaya melahirkan dan dua hari perawatan di rumah sakit sebesar Rp 1,9 juta dibayar sendiri, bermodalkan duit pinjaman dengan menggadaikan ijazah SMK miliknya.

Setelah itu, dengan menumpang ojek, Melati diantar ke Yayasan Angle Heart di kawasan Renon. Sebelumnya, dia memperoleh alamat yayasan ini dari seorang kenalannya.

“Saya sampai di sini sore, mau malam. Setelah bicara dengan ibu (Linda-red) akhirnya diperkenankan tinggal di sini,” ucap Melati.

Melati adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Dua kakaknya sudah bekerja di Alor. Kedua orangtuanya sebagai petani tetapi juga aktif di gereja.

“Karenanya saya sangat malu kalau ini (kasusnya) bapa mama tau. Meski kami miskin tapi orang tua sangat dihormati di gereja,” ucapnya lirih. Sesaat kemudian dia menyeka air matanya dengan ujung baju.

Melati  memang lulusan sebuah SMK Kesehatan di Alor. Kata dia, karena mereka angkatan pertama, maka sekolah ini cukup mahal. “Kami angkatan pertama sehingga sekolah agak mahal, tapi orang tua bisa bayar. Begitu tamat, tidak ada kerja. Setahun menganggur di Alor, tahun 2015 saya dan beberapa teman putuskan ke Bali mencari kerja,” kisah Melati.

Tiba di Bali, Melati bekerja di sebuah rumah tangga. Empat bulan kemudian dia pindah, juga menjadi pembantu rumah tangga di Nusa Dua. Majikannya ini memiliki toko di pasar Central Nusa Dua. Dari sinilah Melati bertemu dengan Ela, seorang pria asal Kupang. Sayangnya Melati tak tahu persis alamat Ela di Kupang. Yang dia tahu, Ela mengaku bekerja di kapal ikan di Pelabuhan Benoa.

Singkat cerita keduanya pacaran dan hidup bersama di sebuah kos. Buntutnya bisa ditebak. Melati hamil. Ketika kandungannya memasuki usia 3 bulan, Ela yang berpamitan  naik kapal ternyata gak balik lagi sampai sekarang.

“Saya sudah coba hubungi dia tapi tidak bisa. Hapenya sudah tidak aktif lagi. Fesbuk juga diblokir. Makanya sampai sekarang saya tidak berharap ke dia lagi. Biar saya piara anak saya. Cuma, bagaimana nanti orang tua saya tahu, itu yang jadi beban pikiran saya terus,” kisah Melatih.

Lain lagi kisah Bunga, sebut saja begitu.  Gadis asal Sumba Barat ini juga ditipu pria asal Batak, yang tak lain adalah  pacar yang menghamilinya.  Kasusnya sempat dilaporkan ke Polsek Sanur dan Polresta  Denpasar.  Sayang polisi tak meresponnya. Polisi berkilah karena mereka sudah dewasa dan hubungan layaknya suami istri dilakukan atas dasar suka sama suka sehingga polisi tidak bisa menjerat  pria Batak tersebut.

Bunga mengenal pria Batak tersebut karena mereka satu gereja. Mereka berpacaran sekitar 1 tahun. Tetapi  begitu Bunga hamil, pacarnya mencoba menghindar. Itulah makanya mau dilaporkan ke polisi. Setelah difasilitasi, akhirnya dia mau datang untuk bertanggungjawab.
“Tapi di tengah proses menikah itu dia kabur. Saya tidak menyangka dia kabur,” kata Bunga, yang memiliki wajah cukup lumayan. “Saya coba kontak ke keluarga di  Medan, malah  saya dicaci maki sama ibunya,” lanjut Bunga, lulusan sebuah SMA di Denpasar.

Pertengahan Januari 2018 lalu Bunga melahirkan bayi laki-laki.  Untuk menutupi aib ini, oleh kedua orangtuanya menitipkan Bunga dan bayinya di Yayasan Angle Heart. Entah sampai kapan.***

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment