Status Gunung Agung Turun dari Awas Radius 6 Km jadi Siaga 4 Km

Foto: bnn/ist.

Karangasem/BaliNewsNetwork-Gunung Agung kembali mengalami penurunan status terhitung, Sabtu (10/02) pagi.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral RI Ignasius Jonan usai Rapat Evaluasi Status Gunung Api Agung yang turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan SDM Ni Made Wiratni serta Kepala PVMBG Kasbani dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

“Setelah sebulan terakhir ini status Awas atau level IV Pusat Vulkanologi Mitigasi menurunkan statusnya dari Awas radius 6 Km dan kini menjadi status Siaga atau level III dengan radius 4 Km,” terang Jonan.

Rapat Evaluasi dengan agenda Status Gunung Api Agung diturunkan statusnya dari Status Awas level IV dengan radius 6 Km menjadi Status Siaga level III dengan radius 4 Km, itu artinya Bali aman untuk di kunjungi Pariwisata. Seluruh pengungsi diluar radius 4 Km bisa kembali ke kampungnya masing-masing.

Sebelumnya, radius bahaya Gunung Agung akan dipersempit oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementrian ESDM.

Hal itu diungkapkan Kepala Sub Mitigasi dan Bencana PVMBG, Gede Suantika. Menurutnya, penyempitan radius bahaya dilakukan karena aktivitas Gunung Agung mengalami penurunan yang signifikan.

Foto: bnn/ist.

“Penurunan baik dari sisi kegempaan, deformasi, bentuk, serta komponen gas yang keluar dari perut Gunung Agung,” katanya.

Dari hasil analisa minggu ini, komponen yang dijadikan parameter menurun. Seperti kegempaan yang biasanya perhari capai 50 kali, kini hanya 7 kali.

“Kadang tak terjadi sama sekali. Begitu juga dengan gas SO2, CO2, dan H2S volumenya turun drastis. Dilihat dari deformasi, bentuk gunung mengempes. Ini dikarenakan sepertiga lava dan material sudah keluar,” jelasnya.

Ia mengakui, jumlah magma di perut Gunung Agung dalam kubik ada sekitar 1 jutaan. Sedangkan lava yang berada dipermukaan kawah jumlah masih sekitar 20 jutaan. (Sid)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment