Dua Jaksa Diburu Terdakwa – Marah Divonis Setahun, Padahal Diduga Sudah Disogok Rp 20,5 Juta

Para istri dari empat terdakwa kasus judi. Foto: bnn/Emnir.

Ini perilaku yang tidak terpuji dari dua oknum jaksa pada Kejaksaan Negeri Larantuka. Keduanya diduga sudah disogok Rp 2o,5 juta agar meloloskan empat terdakwa dari hukuman berat. Ternyata vonis hakim  penjara setahun. Marahlah terdakwa, jaksapun  dikejar bak maling.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Dua Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Larantuka, Hendro dan Budi diburu oleh NDV, salah satu dari empat terdakwa dalamkasus judi bola, setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Larantuka memvonis  mereka dengan hukuman penjara 1 tahun. Sambil berteriak meluapkan kekesalan pada Hendro dan Budi yang telah menerima uang sebesar Rp 20.500.000, terdakwa NDV, warga Kelurahan Waihali-Gege tersebut mengejar kedua oknum jaksa tersebut.

Sebagaimana  diinformasikan para istri terdakwa kepada balinewsnetwork.com di kantor PN Larantuka, Kamis (08/12), mereka meluapkan kekecewaannya  atas ulah kedua oknum JPU tersebut. Mereka  menuturkan, NDV sempat menarik tubuh Budi, namun karena Budi terpeleset maka tarikan tersebut terlepas. Kedua oknum tersebut pun luput dari amukan dan diantar dengan mobil tahanan meninggalkan areal PN Larantuka. Hanya kendaraan roda dua milik jaksa Hendro yang masih tertinggal di kantor PN.

Sepeda motor yang ditinggal jaksa

Keempat tedakwa ini  ditangkap tim Pana Elang Shabara Polres Flotim pada 1 Oktober 2017. Para istri terdakwa tersebut adalah Elisabet Ose Keda, Anisa, Nur Ainting, Irene Siti Kamaria menuturkan, mereka diminta Jaksa Hendro dan Budi sejumlah uang dengan maksud membantu meringankan kasus hukum yang mendera suami mereka itu.

“Pokoknya pada hitungan sebulan, 1 minggu setelah suami kami dalam rutan, kami antar uang ke Hendro dan Budi sebesar Rp 10.500.000. Kedua oknum jaksa itu bilang kalau uang senilai itu masih kurang. Sempat mereka kali bagi dengan menggunakan kalkulator pada HP mereka dan mengatakan jumlah itu sangat kurang, karena harus dibagi kepada 9 orang, termasuk hakim pada PN Larantuka. Mereka mendapatkan pembagian per orang dengan angka Rp 1.700.000 dari total Rp 10.500.000 itu. Karena sangat kurang, maka mereka minta tambah lagi,” tutur Anisa yang diamini ke-3 rekannya.

Atas permintaan tersebut, Minggu 12 Nopember 2017, para ibu yang suaminya sedang berada di rutan Larantuka kembali lagi mendatangi Hendro dan Budi di rumah jabatan Kejari. Mereka membawa uang sebanyak Rp 15.000.000. Ketika menyerahkan uang tersebut, kedua oknum jaksa tersebut masih mengatakan kalau uang itu kurang. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment