Kronologis Penganiayaan Warga Desa Wato One, Adi Suhendra Lamabelawa

Korban M. Adi Suhendra Lamablawa. BNN/IST

Larantuka/BaliNewsNetwoek.com – Naaib siak menimpa M. Adi Suhensra Lamabkawa (27). Senin 20 Nopember 2017 sekitar pukul 10.00 Wita datanglah 13 orang warga Wato One ke rumah David Kia Mangu (ayah korban) yang beralamat di RT 22,RW 10. Dari halaman rumah, mereka memanggil korban untuk keluar dari rumahnya. Korbanpun keluar untuk mempersilahkan mereka masuk, dan ternyata satu di antaranya telah lebih dahulu masuk dan yang lainnya masih berada di luar, depan pintu.

Korban mengatakan kepada mereka, dirinya juga manusia yang berperasaan sehingga bila ada yang mau dibicarakan, silahkan masuk, jangan dengan teriak-teriak. Orang-orang yang berada di luar terus meneriaki minta korban untuk keluar dari rumah dan bertemu dengan mereka. Mereka pun akhirnya masuk dan duduk di ruang tamu bersama ayah korban, David Kia Mangu.

Ayah korban membuka percakapan dan menanyai apa keperluan mereka. BR, salah seorang di antara mereka menyampaikan maksud mereka tentangan ihkwal postingan kembar bernama Olla Masan di facebook pada 10 Nopember 2017,pukul 14.31 Wita yang ditulis dalam bahasa daerah.

Korban diberondong dengan pertanyaan yang bertubi-tubi .Kondisinya kian memanas. Ayah korban kemudian menyarankan kepada para tamu tersebut untuk melaporkan persoalan postingan itu kepada pihak yang berwajib daripada harus dengan keributan.

Arahan ayah korban tidak mendapat respon dari mereka. Malah ramai-ramai mengeroyok korban. Tak hanya itu. ayah korban pun diseret keluar dari rumahnya. Para pelaku memilih pulang ketika melihat korban telah pingsan.

Sejam kemudian, datanglah kakak korban, Theresia Sabu Nama. Melihat korban dalam keadaan babak belur, Theresia langsung menuju ke rumah JK yang diketahuinya turut serta mengeroyok adiknya itu. Saudari korban itu lalu menyampaikan keterlibatan JK itu pada kakaknya dan mengungkapkan kekesalannya kenapa JK turut serta dalam peristiwa tersebut.JK yang mendengar suara Theresia tersebut, langsung mengambil sebatang kayu dan mengejar saudari korban itu. Melihat kejadian itu, korban bersama Ignasius Lamahoda dan pamannya,Yosep Bara Tupen pun bergegas menghampiri saudarinya.

Melihat kedatangan keluarga korban tersebut, JK berteriak memanggil teman-temannya yang sedang berkumpul di halaman belakang rumahnya .Spontan gerombolan JK datang dengan membawa parang dan tombak. Sambil berteriak, mereka melempari rumah korban secara membabi buta hingga mengenai Yosep Bara Tupen, paman korban yang berusaha melerai dan menghentikan aksi mereka itu.

Peristiwa tragis itu langsung dilaporkan keluarga korban kepada Polsek Adonara. Ke-13 pelaku tersebut dijemput aparat ke Mapolsek Adonara di Sagu. Entah mengapa. Selasa (21/14/2017) sekitar pukul 02.00 (dini hari), para pelaku justru dikembalikan ke rumah mereka.

Celakanya. kasus ini baru ditangani Polsek Adonara pada Sabtu (25/11). Susulan ancaman para pelaku pasca mereka dibebaskan aparat Polsek Adonara yang dilaporkan keluarga korban, sama sekali tidak dihiraukan pihak Polsek Adonara. Korban bahkan baru dimintai keterangan pada Sabtu (25/11). Karena selalu mendapat ancaman, keluarga korban memutuskan untuk ‘mengungsi’ ke Larantuka dan berencana melaporkan kasus ini ke Polres Flotim, Senin (27/11) besok. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment