Kasus Koropsi Senderan Tukad Mati-Kejari Tunggu Hasil Audit BPKP

Agus Sastrawan (bnn/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Meski kalah di dua gugatan praperadilan atas kasus dugaan korupsi pembangunan senderen Tukad Mati di Legian, Badung, tapi tidak membuat Kejari Denpasar kecut.

Intinya, dalam penanganan kasus yang sebelumnya ditetapkan tiga orang tersangka ini, tetap berjalan.

Halini diungkap Kasi Intel Kejari Denpasar, Agus Sastrawan yang ditemui belum lama ini.

Memang diakuinya, putusan sidang gugatan praperadilan yang diajukan dua orang tersangka, I Wayan Seraman dan AA. Gde Delam menyatakan penetapan tersangka terhadap dua pejabat Dinas PUPR Badung tersebut tidak sah.

Tapi penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Kejari Denpasar tetap dinyatakan sah.

“Artinya hanya penetapan tersangka dan penahanan terhadap Seraman dan Gung Dalem saja yang tidak sah,”sebut Agus Sastrawan.

Oleh karena itu, dikatakanya, bila saja BPKP mengeluarkan hasil audit penghitungan kerugian negara, maka pihaknya tidak harus melakukan penyidikan ulang.

“Jadi tinggal melanjutkan (penyidikan) saja,”tegasnya.

Namun demikian, kapan pihak BPKP mengeluarkan hasil penghitunganya,

AgusSastrawan yang belum genap sebulan menjabat Kasi Intel itu tidak berani memastikan.

“Kita hanya bisa menunggu saja,”pungkasnya.

Seperti diketahui, Kejari Denpasar sebelumnya menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Senderan Tukad Mati.

Tigaorang tersebut adalah, I Wayan Seraman, AA. Gde Dalam dan I Wayan Sutaya.

Namun penetapan tersangka atas kedua pejabat Dinas PUPR Badung itu akhirnya kandas dipalu Hakim tunggal melalui gugatan praperadilan.

Hakim tunggal menyatakan penetapan tersangka terhadap I Wayan Seraman dan AA. Gde Dalam tidak sah.

Tak hanya, Hakim tunggal juga memerintahkan agar tersangka Seraman yang sudah ditahan oleh tim penyidik Kejari Denpasar dibebaskan karena penahananya pun dianggap tidak sah. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment