Jelang Pilgub, Dewa Beratha Bertemu SGB-GPS Bahas Bali ke Depan

Mantan Gubernur Bali Dewa Made Beratha (tengah) berdiskusi dengan Sudikerta dan Gede Pasek Suardika di Denpasar, Sabtu (25/11). (bnn/ist)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Mantan Gubernur Bali dua periode Dewa Made Beratha turun gunung bertemu dengan Wakil Ketua Umum Partai Hanura Gede Pasek Suardika (GPS) bersama Ketua DPD Golkar Bali Ketut Sudikerta (SGB) yang juga calon gubernur Bali dari Partai Golkar.

Keduanya diajak bertemu Dewa Beratha untuk berdialog seputar pembangunan Bali ke depan, bertempat di salah satu restoran ternama di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu (25/11), siang.

Pantauan wartawan, SGB terlebih dahulu meninggalkan pertemuan, sementara Dewa Beratha dan GPS masih berbincang sekitar 2 jam lebih di dalam ruang VIP restoran.
“Nanti saya bicara ya. Secepatnya. Mohon bersabar,” kata SGB terburu-buru, seraya masuk ke dalam kendaraannya.

Diketahui, SGB langsung bertolak ke Jakarta untuk bertemu dengan pengurus DPP Golkar.

Sementara itu, GPS menjelaskan pertemuan tersebut hanyalah komunikasi politik yang biasa dilakukan oleh orang politik.

Sejauh ini, kata dia, tidak ada keputusan apapun yang dihasilkan. Apalagi memutuskan paket pasangan calon SGB-GPS atau Kerta-Pasek.

“Beliau (Dewa Beratha) itu kan sesepuh Bali. Kami sangat menghormati ketokohan Beliau, sehingga saya bersedia dipanggil,” ujar GPS.

Menurutnya, perbincangan seputar Pilgub berlangsung dinamis dan kekeluargaan. SGB pun, lanjut GPS, menyampaikan fakta-fakta politik seputar dirinya.

“Saya tetap kokoh pada prinsip awal, SGB harus maju sebagai calon gubernur. Itu komitmen saya dan Hanura,” imbuhnya.

GPS berpendapat, sebagai mantan Gubernur dua periode, dan dikenal sebagai tokoh senior di Bali,

maka ajakan pertemuan dan masukan dari mantan Sekda Pemprov Bali era Gubernur Prof. IB Oka harus diperhatikan.

“Saya tidak bisa abaikan begitu saja petunjuk Beliau. Harus saya jadikan pertimbangan penting karena menyangkut kepentingan Bali kini dan masa nanti,” ungkapnya.

Belum lama ini, GPS menyatakan memilih mengundurkan diri sebagai pasangan SGB pasca-melihat hasil rapat DPD II dan DPD I Partai Golkar Bali yg menyebutkan paket Kerta-Dharma dan bukan Kerta-Pasek.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment