Tiga Ekor Penyu Sisik dan Pria Sumbawa Diamankan DKP Flotim

Barang bukti tiga ekor penyu sisik ketika tiba di kantor DKP Flotim Kamis (16/11). BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Tiga ekor penyu sisik pada Kamis (16/11) diamankan di Dinas Kelautan dan Perikanan Flores Timur (DKP Flotim). Riwayat sampai ketiga penyu sisik tersebut masuk dan mendiami ruangan belakang kantor DKP tersebut setelah tim gabungan yang terdiri dari Satker PSDKP, tim DKP Flotim dan tim WCS  melakukan kegiatan patroli gabungan terkait ilegal fisihing dan berhasil menangkap seorang nelayan asal Sumbawa, Suparman  yang  menangkap dua ekor penyu sisik.

Kepala Bidang Pengawasan  Sumber Daya Perikanan dan Perizinan Usaha DKP Flotim Apolinardus Y.L. Demoor  yang dikonfirmasi di ruang kerjanya Kamis (16/11) menjelaskan, ketika tim gabungan patroli laut menyisir perairan Tanjung Bunga sekitar pukul 09.04 Wita dan mendapatkan pergerakan sebuah perahu motor  yang mencurigakan.

Tim lantas merapat dan memeriksa persisnya di perairan Desa Karawutun dan mendapatkan pergerakan sebuah perahu ikan yang mencurigai. Setelah merapat ke perahu tersebut, tim langsung memeriksa isi dalam perahu Suparman dan menemukan dua ekor penyu sisik serta 1 unit kompresor.

“Setelah kami periksa ternyata Suparman ini telah menangkap seekor penyu sisik sehari sebelumnya dan dua ekor yang barusan terjaring pukatnya,” kata Demoor.

Suparman diserahkan ke Pol Air Polda NTT

Penyu-penyu tersebut, lanjut Demoor, berdasarkan pengakuannya akan dijadikan lauk bagi keluarganya. Karena peruntukannya untuk  urusan konsumtif  sedangkan penyu adalah salah satu jenis ikan yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi da Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 dan Surat Edaran  Menteri Perikanan Nomor 526 tahun 2015  tentang Perlindungan Penyu.

“Karena melanggar peraturan tersebut maka tim langsung menahan Suparman dan semua barang bukti termasuk ketiga jenis penyu sisik itu. Selain Suparman dan barang bukti lainnya diserahkan kepada penyidik Pol Air Polda NTT, barang bukti ketiga ekor penyu sisik  diamankan  di ruangan belakang DKP ini,” jelas Apolinardis Demoor.

Suparman yang dikonfirmasi di sela-sela penahanan tersebut mengaku telah mengetahui larangan penangkapan penyu. Dirinya memang tidak sengaja menangkap tapi karena telah terjaring oleh pukat plastiknya maka dirinya menganggap sebagai rezekinya. Dia mengaku sangat menyesali perbuatannya itu. (Emnir).

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment