Sidang Kasus 9.675 Pil Ekstasi-Saat Saling Bersaksi, Pengakuan Kedua Terdakwa Bertolak Belakang

Kedua terdakwa,  Sukron Wardana (kiri)  dan Stiefani Anindya. (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Stiefani Anindya yang menjadi terdakwa dalam kasus 9.675 butir pil ekstasi, kembali diserat ke PN Denpasar, Senin (6/11) untuk diadili.

Sidang masuk pada agenda pemeriksaan saksi.Ada dua orang saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suhadi yang diwakili Jaksa Anak Agung Alit Swastika.

Dari orang saksi itu, salah satu adalah Sukron Wardana yang juga terdakwa dalam kasus ini.

Menariknya, pengakuan Sukron ternyata ada yang tidak sama dengan pengakuan terdakwa Stiefani saat bersaksi untuk dirinya.

Saat itu, Stiefani dengan tegas mencabut keteranganya di BAP (berita acara pemeriksaan).

Keterangan yang cabut adalah terkait saksi yang mengaku sudah dua kali bertemu dengan terdakwa Sukron.

Dalam dua kali pertemuan itu pada pertemuan pertama yang juga membawa Narkotika dari Pelembang, Stiefani berhasil lolos.

Nah dipertemuan kedua dengan Sukron, Stiefani berhasil ditangkap petugas BNN P Bali saat tiba di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai, Tuban.

Sebagaimana dalam dakwaan JPU, dalam dua kali pertemuan itu semuanya atas perintah Imam alias Kate.

Nah, saat Stiefani bersaksi untuk terdakwa Sokron, pernyataan dua kali bertemu dengan Sukron dibantahnya.

Dimuka sidang Stiefani beralasan saat memberi keterangan dihadapan penyidik ia mendapat perlakukan yang tidak mengenakan alias dibawah tekanan.

“Saya terpaksa mengatakan sudah dua kali bertemu dengan Sukron. Padahal saya baru sekali bertemu dan langsung ditangkap,”aku Stiefani saat itu.

Atas keterangan itu, majelis hakim langsung memerintahkan jaksa mendatangkan penyidik untuk dimintai keterangan dimuka sidang.

Beda lagi dengan pengakuan Sukron saat bersaksi untuk terdakwa Stiefani.

Dihadapan majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila, Sukron mengatakan sudah dua kali bertemu dengan Stiefani.

Dan dalam dua kali pertemuan itu semuanya atas perintah Imam alias Kate.

Namun Sukron mengaku untuk pertemuan kali pertama dengan terdakwa, dia tidak mengetahui apa isi tas yang diberikan oleh Stiefani.

“Saya tidak tahu isinya. Setelah saya ambil, saya diperintahkan oleh Imam untuk meletakan tas itu di Jalan Malboro, Denpasar,”ungkap Sukron.

Yang lebih aneh lagi, meski keterangan Sukro berbeda dengan keteranganya, terdakwa Stiefani tidak menyangkal dan tersekan membenarkan.

“Apakah terdakwa keberatan dengan keterangan saksi,”tanya Hakim Sukanila yang dijawab Stiefani dengan menggelangkan kepala.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Stiefani Anindya ditangkap petugas dari BNN P Bali di terminal kedangan Bandara Ngurah Rai, Tuban.

Saat ditangkap, dari tangan wanita asal Banyuwangi tersebut, petugas menemukan ekstasi sebanyak 9.675 butir.

Dari pengakuan terdakwa, ekstasi yang dibawa dari Pelembang tersebut nantinya akan diambil oleh seseorang saat tiba di Bali.

Nah, saat tiba di Bali, datanglah saksi Sukron Wardana atas perintah Imam alias Kate mengambil barang bawaan tersebut.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Berita terkait :

Jadi Kurir 9.675 Butir Ekstasi, Wanita Asal Banyuwangi Terancam Hukuman Seumur Hidup

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment