DPO Interpol, Wanita Bos Judi Bola Online Asal Korea Dideportasi

Tersangka Yang Jihye (kaos putih dan bercelana pendek) tiba di terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai untuk dideportasi ek Kores Selatan. BNN/IST

Kuta/balinewsnetwork.com-Buronan interpol asal Korea Selatan, pendiri judi bola online Yang Jihye akhirnya dideportasi oleh Imigrasi Ngurah Rai, Bali ke Korea Selatan pada Jumat (3/11).

Informasi yang berhasil dihimpun, sekira pukul 01.25 Wita, di Terminal Keberangkatan Internasional, Bandara Ngurah Rai yang bersangkutan telah berangkat  Korea Selatan dengan menggunakan pesawat KE-630 tujuan Denpasar-Incheon, Seoul Korea Selatan.

“Ya benar dini hari tadi yang bersangkutan sudah kami deportasi. Dimana ada tiga polisi dari Korea Selatan yang menjemput orang ini,” ujar sumber di Imigrasi Ngurah Rai, dikonfirmasi Jumat (3/11).

Dia menjelaskan, bahwa DPO tersebut terlibat kasus pendirian situs judi olahraga ilegal. Tersangka dikawal oleh 8 orang dari Polda Bali dengan bersenjata lengkap.

Yang Jihye, buronan Interpol Korea

Diberitakan sebelumnya, buronan interpol seorang perempuan bernama Yang Jihye kelahiran 1983 dicokok pihak Imigrasi Ngurah Rai pada 29 Oktober 2017 lalu sekitar pukul 20.05  Wita di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Tersangka saat itu akan kembali ke Korea Selatan dengan menggunakan  pesawat Korean Airlines nomor penerbangan KE-630 tujuan Denpasar-Incheon, Korea Selatan).

Pada tanggal 5 Mei 2015 lalu, tersangka Yang Jihye beserta rekan lainnya mendirikan situs perjudian olahraga ilegal yang disebut “CAB” dengan server dan kantor pusat yang berada di Weihai, Shandong, China, kemudian pindah ke Taiwan. Dan dia  membuka kantor pusatnya pada 9 Desember 2015.

Sejak 5 Mei 2015, para tersangka telah mempunyai sekitar 20.000 orang pegawai yang tergabung dengan “CAB” yang bertugas mengurus Judi Online pertandingan olahraga.

“Dengan cara tersebut mereka mengoperasikan situs perjudian olah raga ilegal dan memperoleh keuntungan ilegal sekitar 20 miliar Won. Karena pelanggaran tersebut, tersangka dicari oleh Badan Kepolisian Metropolitan Busan dengan sebuah Arrest Waran,” ungkap sumber di Imigrasi Ngurah Rai. (SID)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment