Warga ‘Adili’ Kades Sinar Hadi Gala – Juga Bakal Dilaporkan  ke Kejari Larantuka

Kepala Desa Sinar Hadi Gala Siprianus Keladu Kelen (pakaian dinas) dalam forum BPD, Rabu (25/10)

Tanjung Bunga/BaliNewsNetwork.com-Gaya kepemimpinan Kepala Desa Sinar Hadi Gala, Kecamatan Tanjung Bunga, Siprianus Keladu Kelen yang sangat tertutup membuat resah warga desa setempat. Tak sekedar melaporkan ihkwal dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan desa  kepada  Inspektorat Daerah Flores Timur beberapa bulan lalu, warga bersama BPD Sinar Hadi Gala kembali ‘mengadili’ Kades yang dilantik pada Desember 2015 itu dalam forum paripurna penyampaian kinerja BPD, bertempat di kantor desa Sinar Hadi Gala, Rabu (25/10). Ada dua fakta yang disodorkan  warga, yakni soal kenyataan buruk pengelolaan keuangan dan raibnya  mobil pick up bantuan dari Kementerian Desa yang  tidak terlihat di desa itu.

Bermula dari penyerahan sisa dana pembelanjaan tahap II Tahun 2015 oleh mantan pejabat Kades sebesar Rp 24.250.000 yang tidak masuk dalam APBDes 2016 serta tidak muncul dalam pertanggungjawaban Kades dalam forum penyampaian LKPJ belum lama ini hingga ketidakjelasan pengelolaan dana desa, baik untuk tiga kegiatan fisik dan pemberdayaan maupun kisah perintah penarikan dana anggur merah dari bank dengan alasan takut terpotong biaya administrasi, itulah yang disuarakan  oleh Petrus Sadi Sogen, Siprianus Piran dan Arnoldus dalam forum paripurna penyampaian kinerja BPD tahun 2016/2017 tersebut. Semuanya demi kemajuan desa mereka,Sinar Hadi Gala .

Petrus Sadi Sogen dan Fransiskus Kaju Niti

“Kami minta penjelasan Kepala Desa tentang kisah dana Rp 24.250.000 dana silpa yang diserahkan pejabat kades kepada Kades yang tidak masuk dalam APBdes 2016 dan tidak tersebutkan dalam LKPJ kemarin. Dalam LKPJ, Kades menyampaikan realisasi dana 100 persen, padahal sangat bertentangan dengan kenyataan di lapangan seperti pada pos belanja pengelolaan Paud  untuk urusan honor guru, masih sebanyak Rp 3.000.000 yang belum terbayarkan. Demikianpun dana penguatan kapasitas kelompok perempuan Rp 12.712.850 yang tidak dibelanjakan namun dialihkan ke kelompok simpan pinjam dengan besaran semakin berkurang menjadi Rp 10.800.000 dengan modus potong pajak,” beber Petrus Sadi Sogen seraya menambahkan kejanggalan lain terlihat pada pos PKK yang dibiayai sebesar Rp 13.251.814 walaupun kepengurusan PKK belum ada.

Tak cuma itu, pelencengan pembelanjaan sebagaimana tertera dalam APBdes untuk kepentingan Karang Taruna, terkhusus item pembelanjaan 3 buah gitar still dengan pagu sebesar Rp 13.162.850, Kades malah menggantikannya itu dengan membeli seperangkat band bekas seharga Rp 20.000.000.

“Dan masih banyak hal lain yang kami nilai janggal sebagaimana yang kami Kelompok Peduli Lewo telah laporkan ke Irda dan BPD. Termasuk bantuan 1 unit mobil pick up dari Kementerian Desa yang konon berdasarkan informasi beroperasi entah atas nama siapa di luar desa ini. Bahkan tulisan di kendaraan itu ditutup dengan kertas spotlight. Aneh lagi, pidato bupati pada tanggal 17 Agusus 2017 silam dengan sengaja dipenggal pada point bantuan dua buah kendaraan pick up tersebut sehingga hanya memunculkan 1 unit pick up untuk desa Kekenderang (Muleng) tanpa desa Sinar Hadi Gala,” teriak Petrus Sogen yang ditegaskan kembali oleh Sipri Piran dan Arnoldus.

Teterhadap semua tudingan warganya dan catatan dari BPD,  sang Kepala Desa Siprianus Keladu Kelen berjanji akan menjelaskannya secara rinci dalam forum klarifikasi. Walau demikian dirinya secara garis besar menjelaskan beberapa point yang dipersoalkan warga. Semisal, kendaraan pickup telah kembali beroperasi de desa Sinar Hadi Gala dalam pengelolaan Bumdes, serta terkait dana silpa Rp 24.250.000 penyerahan pejabat kepala desa, telah digunakan berdasarkan kesepakatan  bersama BPD pasca penyerahan tersebut.

“Saya menghargai apa yang menjadi keluhan warga dan catatan dari BPD. Karena Forum hari ini adalah rapat paripurna penyampaian kinerja pemerintah desa, maka saya akan mengklarifikasi semua persoalan yang diangkat ini dalam forum klarifikasi nanti. Saya hanya menyampaikan secara garis besarnya saja, secara terperinci, akan saya sampaikan dalam forum klarifikasi,” tandas Kades Siprianus Keladu Kelen.

Penegasan Kades Sinar Hadi Gala tersebut, tidak membuat surut Petrus Sogen dan Fransiskus Kaju Nitit. Kepada BaliNewsNetwork.com, bersama wadah Kelompok Peduli Lewo, mereka akan menindaklanjuti temuan mereka itu kepada aparat penegak hukum. Dalam waktu dekat, Petrus Sogen dan Kaju Nitit akan melaporkan dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan desa itu kepada pihak Kejaksaan Negeri Larantuka. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment