Mengaku Saudara Jenderal Mabes Polri, Dua “Markus” Peras Tahanan Ditangkap

Foto: bnn/sid.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Makelar Kasus (Markus) berinisial MR (33) dan IWGB alias Y (33) ditangkap Tim Saber Pungli Direktorat Reskrimum Polda Bali, Rabu (17/10) sekitar pukul 14.30 Wita di kawasan Ubud, Gianyar.

Keduanya terlibat kasus penipuan dan penggelapan dengan kobrannya pelapor  I Made Mahardika yang merupakan tahanan Polda Bali yang sebelumnya terjerat kasus UU ITE pada Maret 2017 lalu. Tak tanggung-tanggung nominalnya mencapai Rp 6,8 miliar.

Kasus ini berawal dari upaya Made Mahardika yang berniat mempromosikan SP-nya di salah satu media sosial yaitu Facebook dengan tambahan kata CROOT. Jajaran   Polda Bali menganggap mengandung unsur pornografi sehingga akhirnya Mahardika ditangkap dan dijerat UU ITE pada Maret Lalu.

“Belum semua tersangka kami tangkap, baru dua orang saja. Intinya kebetulan yang bersangkutan ditakut-takuti dan korbannya ini kan berkasus UU ITE di Polda Bali. Lantaran kata-kata CROOT itulah korban Made Mahardika yang ingin bebas, kemudian menghubungi temannya IWGB alias Y (Tersangka II) untuk mencarikan pengacara. Namun Tersangka II justru memperkenalkan korban dengan MR (Tersangka I) yang dikatakannya dapat membantu mengurus perkaranya,” terang Dir Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Sang Made Mahendra Jaya saat dikonfirmasi Kamis (19/10).

Selanjutnya setelah dikenalkan, MR meyakinkan kepada korban dengan mengatakan memiliki saudara seorang jenderal di Mabes Polri  sehingga pelapor percaya terhadap kapasitas MR untuk membantu menyelesaikan perkaranya.

“Dalam kondisi ketakutan atas masalah yang dihadapinya, berulang-ulang korban ini dimanfaatkan dengan diminta untuk menyerahkan uang berkali-kali kepada para tersangka dengan total Rp 6,8 miliar,” jelasnya.

Disampaikannya bahwa modus yang digunakan adalah pelaku melakukan pemerasan dan atau penipuan dengan cara menakut-nakuti korban yang sedang terlibat atau menjadi tersangka atas suatu kasus tindak pidana. Dengan mengatakan perbuatan yang dilakukannya tersebut hukumannya sangat berat kemudian pelaku menjanjikan dapat membantu menyelesaikan perkara yang dihadapinya dengan meminta sejumlah uang.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa handphone, rekening, tahapan BCA dan buku catatan penyerahan uang serta beberapa bukti lain telah disita. Kedua tersangka disangkakan Pasal 368 dan atau 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. (Sid)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment