Kacab PT Pelni Kupang Turut Jadi Tersangka Kasus Pungli

Foto: bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Setelah menetapkan Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) PT Pelni cabang Kupang, NTT bersama tujuh orang petugas lapangan pelabuhan Tenau Kupang sebagai tersangka, Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Timur menetapkan Kepala Cabang PT Pelni Kupang berinisial A menjadi tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli).

“Setelah mendengarkan keterangan saksi dan gelar perkara, kami mendapatkan dua alat bukti yang kuat maka yang bersangkutan kami tetapkan jadi tersangka,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abrham Abast, Selasa (03/10).

Tersangkan ditangkap Tim Saber Pungli Polda NTT di teras Hotel Amaris Kupang, Kelurahan TDM Kota Kupang pada Senin, 2 Oktober 2016 sekitar pukul 21. 45 Wita. penangkapan tersebut di lakukan oleh Tim sebar pungli polda NTT.

“Yang besangkutan mengetahui apa yang dilakukan bawahannya dan aksi itu sering dilakukan oleh petugas di lapangan,” kata Kombes Jules.

Hingga saat ini Polda NTT sudah memeriksa lebih dari 20 saksi terkait kasus Pungli tersebut. “Tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah tergantung alat bukti yang ditemukan oleh penyidik,” jelas Kombes Jules.

Saat ini tersangka ditahan di Rutan Polres Kupang Kota hingga kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. Para tersangka dijerat dengan Pasal 12 Huruf e Undang-Undang 31 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang diubah dan ditetapkan dengan Undang-Undang 20 Tahun 2011 Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP, dan Pasal 368 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.

Sebelumnya, Selasa (20/09), Tim Sapu Bersih Pungutan Liar atau Saber Pungli Polda NTT melakukan operasi tangkap tangan di kantor PT Pelni Cabang Kupang atas laporan masyarakat.

Kepala Bagian Keuangan, Kepala Bagian Operasional dan kasir serta enam orang petugas lapangan pelabuhan Tenau Kupang diamankan dalam operasi tersebut.

Delapan tersangka masing-masing berinisial HP selaku Kepala Bagian Operasional PT Pelni Cabang Kupang. Sementara tujuh pegawai lapangan yakni, AL, RD, ML, GB, NA, KIB dan ID.

Satu buah brankas berisi uang kurang lebih 10 juta rupiah dan beberapa dokumen penting disita sebagai barang bukti. (Amar Ola Keda)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment