Besok Baby J Dipindahkan dari Yayasan Metta Mama & Maggha ke Polda Bali

AKBP Sang Ayu Putu Alit Saparini menjelaskan kasus Baby J kepada Kaspar Gambar (tengah), Sam Kalumbang (wakil keluarga, kiri) dan Sam Kelylaw (Sekretaris 1 Flobamora Bali, kanan). Foto/Ist

Denpasar/balinewsnetwork-Penasihat hukum dari Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Bahum HAM) Flobamora Bali, Kaspar Gambar, SH dan Jhony Riwoe, SH menegaskan, nasib Baby J, Kamis (7/9) besok dipindahkan dari Yayasan Metta Mama & Maggha ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Bali.

“Pemindahan Baby J ini atas permohonan Bahum HAM sebagai kuasa hukum dari ibu kandung Baby J yakni Mariana Dangu,” kata Kaspar Gambar bersama rekannya Jhony Riwoe, serta Sam Kalumbang sebagai wakil keluarga Mariana Dangu dan Sam Kelylaw, Sekretaris 1 Flobamora Bali usai bertemu  Kanit PPA AKBP Sang Ayu Putu Alit Saparini di Polda Bali, Rabu (6/9) sore.

Kaspar Gambar menjelaskan, sebelumnya pihak Bahu HAM Flobamora Bali mengajukan permohonan kepada Unit PPA Polda untuk memindahkan Baby J dari Yayasan Metta Mama & Maggha yang beralamat di Jalan Gunung Lawu No.30, Pemecutan Klod, Denpasar Barat. Sebab Bahu HAM menilai, selama Baby J yang dititipkan oleh Dinas Sosial Provinsi Bali di Yayasan Metta Mama & Maggha, ternyata menimbulkan masalah baru.

“Video dan foto-foto Baby J justru diviralkan tanpa sensor di media sosial melalu fanpages yayasan tersebut, ini yang kami sebagai kuasa hukum ibu kandung Baby J atau Mariana Dangu tidak setuju. Kami menduga tujuan memviralkan video dan foto-foto itu ada nuansa komersial, guna menarik simpati para donatur,” terang Kaspar Gambar.

Kaspar melanjutkan, setelah diserahkan ke Unit PPA Polda Bali, selanjutnya Baby J akan dititipkan ke yayasan lain di Denpasar yang lebih kredibel.

“Sebelum diserahkan ke yayasan lain, kami minta Unit PPA mendatangkan dokter untuk memeriksa kesehatan Baby J. Ini penting untuk memastikan kesehatan Baby J sebelum diserahkan ke yayasan lain,” tegas Kaspar Gambar.

Sebagai kuasa hukum Mariana Dangu, Kaspar Gambar berharap dan ini juga harapan Mariana Dangu dan keluarga besar, agar kerjadian serupa tidak terulang lagi di yayasan yang dipercayakan oleh Polda Bali untuk mengasuh Baby J.

Padahal, foto dan video Baby J yang secara sistemtis diviralkan oleh Yayasan Metta Mama & Maggha sudah dikeluhkan oleh Flobamora Bali dan sudah diingatkan oleh KPAI Provinsi Bali pada saat rapat koordinasi di kantor Dinas PPA Provinsi Bali pada 21 Agustus 2017, yang juga dihadiri oleh Polda Bali, Dinas Sosial Provinsi Bali, P2TP2A dan lain-lain. Namun setelah pertemuan tersebut, hal itu diangap angin lalu.

“Saya  mendesak Polda Bali untuk mengusut pihak-pihak yang telah memviralkan video Baby J,” kata Kasapar Gambar.

Di tempat terpisah, Ketua Umum Flobamora Bali Yusdi Diaz menyambut baik pemindahan Baby J dari Yayasan Metta Mama & Maggha ke tempat lain yang lebih peduli dengan anak-anak tanpa embel-embel.

“Bahkan keluarga dari Sumba (daerah asal Mariana Dangu, ibu kandung Baby J) siap menampung bayi tersebut dengan diback up oleh Flobamora Bali  jika dipercayakan oleh Polda Bali dan Dinas Sosial Bali,” kata Yusdi Diaz. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment