Angkut 19 Kilo Ganja Sopir Fuso Dituntut 15 Tahun Penjara

Sugeng Wiyono saat mendengarkan tuntutan Jakasa Penuntut Umum (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sugeng Wiyono, sopir Fuso asal Banyuwangi yang ketangkap mengangkut ganja seberat 19,1 kilo, Selasa (5/9) dituntut 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asri Susantina.

Dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan I Gde Ginarsa, jaksa Kajati Bali itu tidak hanya menuntut terdakwa dengan pidana penjara.

Tapi juga menuntut hukuman denda sebesar Rp 800 juta.”Apa bila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan,”kata Jaksa Susantina sebagaimana tertuang dalam surat tuntutanya.

Jaksa dalam amar tuntutanya menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan tanpa hak mengangkut dan membawa Narkotika jenis tanaman yang beratnya 19,1 kilo gram broto.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 115 ayat (2) UU. RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Hal-hal yang meberatkan, dalam tuntutan jaksa disebut, perbuatan terdakwa memberikan citra negatif Pulau Bali sebagai daerah tujuan wisata.

Sedangjakan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan, menyesali perbuatanya dan berjanji tidak mengulanginya.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi pengacara Benny Hariyono menyatakan mengajukan pembelaan.”Kami mohon waktu seminggu untuk mengajukan pembelaan secara tertulis,”kata Benny di muda sidang.

Sementara itu sebagaimana tertuang dalam tuntutan jaksa terdakwa Sugeng Wiyono (32) ditangkap petugas BNNP Bali pada tanggal 18 Februari 2017 sekira pukul 11.00 Wita di tempat parkir rumah makan Sumber Mulia di Jln. Denpasar Gilimanuk, Tabanan.

Sehari sebelum terdakwa ditangkap, terdakwa terlebih dahulu dihubungi oleh orang yang bernama Giwok (DPO).

“Giwok mengatakan menitip sebuah paket dari Denpasar yang ditujukan kepada Rizal Marta Wijaya (terdakwa dalam berkas terpisah),”sebut JPU.

Singkat cerita terdakwa menyetujui dan menerima titipan paket itu di terminal Kargo, Denpasar. Serah terima paket dilakukan di terminal Kargo dekat dengan rumah terdakwa.

“Yang menyerahkan paket titipan adalah Wati dan Giwok,”kata jaksa. Kemudian pada tanggal 18 Februari 2017 sekitar pukul 11.00 Wita terdakwa yang mengemudikan truk fuso tiba di Rumah Makan Sumber Milia.

Saat itu Polisi yang terlebih dahulu menangkap Rizal Marta Wijaya langsung menangkap terdakwa. “Polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadapan muatan dalam truk fuso yang dikemudikan terdakwa,”ungkap jaksa Kejati Bali itu.

Saat melakukan penggeledahan Polisi menemukan 19,1 kilo ganja. Kapada petugas terdakwa mengaku diperintahkan oleh Giwok untuk menyerahkan ganja tersebut kepada Rizal Marta Wijaya di Genteng Banyuwangi.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment