Kepala Kantor Imigrasi Singaraja, Victor didampingi Kasi Penindakan, Thomas, menunjukkan dua foto WNA yang telah dideportasi, Rabu (30/08). Foto: bnn/ist.

Buleleng/BaliNewsNetwork-Sepasang turis asing bernama Joseph Jean Serge Junior alias Joseph (43) asal Kanada dan Kira Jo Strand alias Hald (29) asal Denmark, dideportasi Kantor Imigrasi Kelas ll Singaraja, Rabu (30/08).

Kasi Penindakan dan Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Thomas Aries Munandar mengatakan, dua warga asing itu dideportasi lantaran terbukti merangkap pekerjaan di sebuah lokasi wisata di Kabupaten Karangasem. Pekerjaan yang mereka jalani tidak sesuai dengan KITAS yang dipegang.

“Joseph yang merupakan WNA asal Kanada berdasarkan KITAS bekerja sebagai presiden direktur sebuah tempat wisata. Sedangkan, Hald berdasarkan KITAS yang dimiliki bekerja sebagai manager sales marketing. Namun selama menjalankan pekerjaan, mereka terbukti juga merangkap kerja sebagai instruktur selam,” ujarnya, Rabu (30/08).

Karena itu, pihaknya menindak tegas dua WNA tersebut dengan melakukan deportasi. Seharusnya, WNA yang bekerja di Indonesia sesuai dengan apa yang diterapkan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

“Kalau yang tertera di KITAS kan sebagai presiden direktur dan sales marketing, managernya. Tapi, mereka malah ikut melakukan selam bahkan sebagai instruktur selam, jadi merangkap pekerjaan. Jika itu dibiarkan, kan kasihan (orang) lokal yang sebagai instruktur selam, mereka tidak dapat kerja,” terangnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja  Victor Manurung menambahkan, bahwa pendeportasian dua WNA ini merupakan tindaklanjut dari laporan dan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak Imigrasi.

“Karena dia memegang KITAS, kita harus minta izin ke Kanwil (Kemenkum dan HAM Bali-red) dahulu. Karena untuk proses pendeportasian itu, adalah kewenangan dari Kanwil. Setelah ada persetujuan dari Kanwil, baru kami bisa melakukan deportasi,” jelas Victor.

Victor juga menyampaikan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, memang dua WNA itu terbukti telah melakukan rangkap pekerjaan, dan tidak sesuai dengan KITAS-nya. Sehingga, KITAS yang dipegang dua WNA tersebut langsung dicabut dan dibatalkan.

“Ini dua WNA sudah kami deportasi. Tapi, kami masih memegang beberapa data lagi, terkait beberapa WNA yang menjadi target karena diduga bermasalah, dan masih dalam pendalaman,” imbuhnya.

Hingga saat ini, pihak Imigrasi Singaraja masih terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan warga asing yang ada di tiga wilayahnya. Pengawasan melibatkan instansi terkait, baik dari pemerintah maupun kepolisian dan TNI melalui Timpora.

Selain pengawasan, peran serta masyarakat juga diperlukan sebagai informan, untuk memberikan laporan ke imigrasi terkait keberadaan WNA yang disinyalir bermasalah. (Sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment