Surat panggilan utang pasien RS Tabanan. Foto: bnn/nod.

Tabanan/BaliNewsNetwork-Orang tua I Made Maha Putra (11) warga Banjar Cekik, Desa Brembeng, Kecamatan Selemadeg, Tabanan was-was dan khawatir mendapatkan surat piutang dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Inti surat tersebut menyatakan bahwa I Made Maha Putra harus melunasi piutang sebesar Rp 82.804, 80.

Menurut penuturan I Ketut Subrata (40) dan I Wayan Sriadi (38) orang tua I Made Maha Putra, Jumat (25/08) mereka tidak pernah memiliki hutang di BRSU Tabanan sesuai dengan isi surat dari Kementerian Keuangan RI yang diterimanya, Kamis (24/08). Memang pada usia anaknya I Made Maha Putra 8 tahun atau 5 tahun lalu, sempat mengalami panas tinggi karena susah buang air besar. Ia kemudian melarikan anaknya ke BRSU Tabanan untuk mendapatkan pengobatan. Sampai di BRSU Tabanan anaknya diberikan obat yang dimasukan ke dalam anus. “Setelah diberikan obat, saya bayar di kasir dan diperbolehkan pulang,” kenangnya.

Atas pengobatan tersebut, anaknya berangsur sembuh. Namun kemarin ia menerima surat piutang dariKementerian Keuangan RI. “Bukan besaran nilai piutangnya yang kami permasalahkan. Yang kami sayangkan kami sudah membayar kok dikatakan masih memiliki hutang,” bebernya.

Ia juga khawatir dalam surat tertanggal 1 Agustus 2017 itu juga tercantum apabila tidak segera melunasi akan dikenakan tindakan hukum. “Ini yang membuat kami khawatir,” jelasnya. Ia juga menyayangkan kenapa surat itu baru diterimanya, sedangkan anaknya I Made Maha Putra sekarang sudah berusia sebelas tahun. (nod)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment