Revo Ashwari dan Fajar Hamadi (bnn/rsn)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Empat pelaku anak kasus pembunuhan anggota TNI-AD Yanuar Setiawan sudah divonis oleh majelis hakim. Bahkan empat pelaku anak yaitu; DKDA, CI, KTS dan KCA sudah mendekam dalam dalam penjara.

Kali ini PN Denpasar kembali menyidangkan kasus yang sama, tapi dengan pelaku atau terdakwa yang berbeda. Dua terdakwa yang disidang kali ini adalah Revo Ashwari dan Fajar Hamadi.

Keduanya diadili, Kamis (24/8). Hakim yang memimpin jalanya persidangan untuk kedua terdakwa adalah Hakim Made Sukerni.

Sedangkan kedua terdakwa didampingi pengacara Reydi Nobel dkk. Sidang masih dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cok Intan Merlani Dewei dan Oka Ariani.

Pengacara kedua terdakwa (bnn/rsn)

 

Dalam dakawan JPU terungkap, terdakwa Revo bersama rekan-rekanya (termasuk pelaku anak yang sudah disidangkan) melakukan aksi penganiayaan yang menyebabkan korban Yanuar Setiawan meninggal dan Muhamad Jauhari mengalami lupa parah pada 9 Juli 2017 sekitar pukul 04.30 di Jln. Bay Pass Ngurah Rai.

Kejadian ini berawal saat terdakwa bersama pelaku anak lainya yang mengatasnamakan grup Remang Boys berkumpul di Bar Midnight di Kuta.

Sekitar pukul 01.00 Wita, saksi CI alias Imen (sudah divonis) bersama temanya lainya mengatakan akan pulang.

Dalam perjalanan pulang, saat berada di bundaran Bay Pass Ngurah Rai topi milik CI jatuh.”CI lalu memutar sepeda motornya untuk mengambil topi yang jatuh,”kata jaksa Cok Intan dihadapan majelis hakim.

Namun saat memutar kendaraanya, CI memotong jalur saksi korban Muhamad Jauhari yang saat itu berboncengan dengan Munajir.

“Usai mengambil topi, CI langsung mengejar rombonganya,”ungkap JPU.
Saat tiba di pertigaan lampu merah, CI memberi tahu kepada terdakwa Ravo bahwa ada yang mengikuti.

“Kemudian CI bersama terdakwa Revo berbalik arah dan mendekati korban serta engajak korban untuk main ke wilayahnya,”sebut jaksa dalam dakwaanya.

Kemudian terdakwa Revo menghentikan sepeda motor yang dikemudian korban Yanuar tepat didepan Halte Sarbagita.

“Antara terdakwa Revo dengan Yanuar terjadi adu mulut. Sementara CI turun dari motor dan langsung memukul Yanuar,”sebut JPU.

Tidak lama kemudian datang pelaku DKDA langsung menusuk korban Yanuar yang sekita itu pula langsung roboh diatas trotoar. Saksi korban Jauhari yang melihat korban Yanuar terjatuh langsung menghampirinya.

“Saat itu korban Jauhari menayakan kepada para pelaku apa yang dilakukan terhadap korban Yanuar,”sebut jaksa Kejari Denpasar itu.

Namun bukan jawaban yang didapat, malah dari arah belakang terdakwa Revo datang bersama CI langsung menghajar Jauhari.

Saksi korban sempat berlari, namun berhasil ditangkap oleh CI sambil memukul korban berkai-kali,”kata JPU.

Nah saat korban Jauhari berlari, terdakwa Revo berteriak begal. Terdakwa Fajar yang mendengar teriakan begal langsung mengejar korban Jauhari dan ikut menghajarnya.

Atas perbuatan itu, terdakwa Revo dan Fajar dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke 1 dan ke 2, Pasal 351 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (2) KUHP, Pasal 351 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUPH. Dengan ancaman Pasal tersebut, kedua terdakwa terancam hukuman lima tahun penjara. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment