Kupang/BaliNewsNetwork-Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe dilaporkan oleh Samin Hendrik Taka (52) warga Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Politisi PDIP ini diduga melakukan penipuan proyek pembangunan empat unit rumah di wilayah Kelurahan Manulai.

Yeskiel resmi dilaporkan pada tanggal 21 Agustus 2017 dengan bukti laporan polisi nomor : LP/B/287/VIII/2017/SPKT. Yeskiel diduga melanggar pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan.

“Pembangunan empat unit rumah tipe 75 dengan harga jual sebesar Rp 400 juta perunit dengan menelan biaya sebesar Rp 600 juta dari modal saya sendiri. Sesuai perjanjian yang disepakati bersama, saya sebagai pemodal 40 persen dan dia sebagai pemilik lahan 60 persen. Dengan total nilai Rp 300 juta yang dia harus serahkan ke saya. Tetapi kenyataannya dia hanya mengembalikan modal saya sebesar Rp 600 juta,“ ujar Samin kepada wartawan, Kamis (24/8/2017).

Samin mengaku mengambil langkah hukum karena menilai Ketua DPRD telah lari dari perjanjian yang telah disepakati. “Tidak ada etiket baik, ketika ditelepon selalu menghindar bahkan sms saya pun tidak dibalas. Yah, saya laporkan saja ke polisi,” kata Samin.

Menurut Samin, perjanjian kesepakatan tersebut dilakukan bersama di rumah jabatan Ketua DPRD Kota Kupang pada November 2014 lalu. “Usai melakukan kesepakatan, Desember 2014  pengerjaan sudah dilakukan. Dari pembersihan lahan hingga pengerjaan semuanya mengunakan modal saya. Tetapi kenyataannya dia melanggar kesepakatan,” imbuh Samin.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe mengaku siap menghadapi proses hukum. Dirinya sudah menyiapkan tim kuasa hukum untuk menghadapi laporan Samin Taka. “Persoalan ini sudah ke ranah hukum sehingga saya sudah serahkan ke kuasa hukum saya. Silahkan wartawan menghubungi kuasa hukum,,” tutup Yeskiel. (Amar Ola Keda)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment