Rapat kerja Komisi II DPRD Tabanan. Foto: bnn/nod.

Tabanan/BaliNewsNetwork-Dinas pertanian Tabanan mengaggarkan biaya listrik, air dan banten mencapai Rp 514 juta dalam APBD – Perubahan 2017. Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi II DPRD Tabanan dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (24/08).

Rapat dipimpin Ketua Komisi II, A A Nyoman Dharma Putra bersama angggotanya dimulai sekitar pukul 10.30 Wita. Pihak eksekutif dipimpin oleh Asiten II Pemkab Tabanan I Wayan Miarsana beberapa OPD seperti Dinas PU, Pertanian, Perhubungan, Lingkungan Hidup, Koperasi, Ketahanan Pangan, Kebudayaan, Perikanan, Perindustrian dan Perdagangan.

Kepala Dinas Pertanian I Nyoman Budana menjelaskan pihaknya mendapatkan tambahan angggaran dalam APBD- Perubahan sebesar Rp 514 Juta. Dana tersebut lebih banyak diposkan untuk membayar listrik, air dan untuk upacara di masing-masing UPT yang seluruhnya berjumlah sekitar 43 unit. Penambahan anggaran tersebut mendapatkan pertanyaan dari ketua Komisi II AA Nyoman Dharma Putra. Pada kesempatan itu ia meminta agar Dinas Pertanian merinci secara jelas penggunaan pos anggaran tersebut yang lebih banyak disedot untuk membayar listrik, air dan biaya upacara. Mudana kemudian menjelaskan secara rinci pos-pos anggaran tersebut melaui sekretarisnya.

“Untuk biaya sekali odalan di masing-masing UPT yang ada menghabiskan dana sekitar Rp 5 Juta,” jelasnya. Sementara itu dari sekitar 42 UPT yang ada seperti UPT Pertanian, Peternakan, Perkebunan yang kini menjadi satu dibawah Dinas Pertanian, biaya listrik yang tinggi. “Bahkan sudah keluar ancaman pemutusan hubungan listrik karena terlambat membayar,” jelas Budana yang dikonfirmasi lagi usai rapat.

Sementara itu dinas-dinas yang hadir juga diberikan kesempatan menjelaskan besaran anggaran yang diberikan di dalam APBD-Perubahan. (nod)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment