Sebagian kerusakan pasar Larantuka akibat badai pada 5-9 Februari 2017. BNN/Eman Niron

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Hancurnya fisik proyek pasar Larantuka di Kelurahan Ekasapta, Flores Timu (Flotim)  akibat terpaan badai pada 5-9 Pebruari 2017 yang kemudian dijadikan alasan oleh kontraktor PT Jaflorinda Utama sebagai faktor force majeur sehingga lepas tangan dari keharusaan pemeliharaan, ternyata meninggalkan masalah. Pemkab Foltim mencurigai ada yang tak beres dalam proyek pasar yang menggunakan dana  Tugas Pembantuan Pusat senilai  Rp 9.441.541.000 tersebut. Padahal proyek pasar ini sudah dilakukan proses Provisional Hand Over (PHO) sejak 13 Januari 2017.

Karenanya Pemkab Flotim membentuk tim investigasi guna mengungkap apa sebenarnya yang terjadi di balik proyek pasar yang menggunakan anggaran dari pusat ini.  Inspektorat Daerah (Irda) Flotim pun tak tinggal diam. Pasca mendapat perintah Wakil Bupati Agustinus Payong Boli,  “pasukan” Ahmad Bethan (Kepala Irda) pun melakukan penelusuran.

Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon yang dikonfirmasi wartawan usai perayaan HUT Kemerdekaan ke-72 di rumah jabatan Bupati, Kamis (17/8)  terkait kabar  ada temuan kerugian negara dalam proyek tersebut,  bahkan langsung menyebut nilai kerugian yang ditemukan dalam penelusuran pihak Inspektorat Daerah Flotim itu.

“Nilai kerugian yang ditemukan sekitar 1 miliar lebih. Ya, Rp 1.050.000.000. Kontraktornya akan kita panggil dan mewajibkan yang bersangkutan untuk mengembalikan nilai kerugian tersebut. Bila tidak, maka akan dilanjutkan dengan proses hukum,” tegas Bupati Anton Hadjon.

Tidak ada sedikitpun keresahan dalam diri pimpinan daerah Flores Timur itu akan bayang-bayang kegagalan dalam upaya meminta ganti rugi tersebut. Pasalnya banyak komponen yang berhubungan dengan proyek yang dianggarkan melalui dana Kementerian Perindustrian dan Perdagangan TA 2016 itu, berada di Flotim.

Sementara itu terkait dengan kerusakan yang belum diperbaiki, Bupati Anton secara tegas mengatakan akan menjadi kewajiban Pemda Flotim untuk memperbaikinya. Aset tersebut menurut Bupati Anton, akan dihibahkan ke Pemda Flotim dan akan menjadi aset daerah Flotim.

Kemelut yang belum terselesaikan dalam pelaksanaan pembangunan los pasar itu pun menambah daftar panjang penderitaan para pedagang yang harus berjemuran di terik matahari sekitar pasar relokasi  di wilayah  Ekasapta dan Pohon Bao. (Emnir).

Editor: Rahman Sabon Nama

Berita Terkait:

Pasar Larantuka Mangkrak, Wabup  Marah  dan Minta Diaudit

Pasar Larantuka Proyek Terburuk di Flotim – Padahal Dibangun Dengan Dana Pusat Rp 9 Miliar

Aneh bin Ajaib: Sama – sama Hancur  Diterjang Badai, JTP  Ritaebang Jadi Beban Kontraktor, Pasar Larantuka  Beban Pemda Flotim

Mengintip Proyek Pasar Larantuka, Banyak Ornament Bangunan Yang Belum Beres

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment