Tsk GHA dan AB saat dirilis bersama 7 tsk lainnya. Foto: bnn/ist.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Jajaran Narkoba Polresta Denpasar meringkus seorang Disc Jokey dan bartender bernama Gabriel Hendrik Dias Gonzales (GHA), 31 tahun dan Aan Bastian (AB) pada Kamis (10/8) lalu sekira pukul 17.30 Wita sore.

GHA merupakan DJ di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Dewi Sri, Kuta. Dari tangan pria yang beralamat tinggal di Jalan Kerta Petasikan VIII, Sidakarya, Denpasar Selatan ini, polisi menyita satu paket sabu dengan berat bersih 0,38 gram, satu buah bong, dan satu buah korek api gas. Sementara rekannya AB juga bartender di tempat yang sama GHA bekerja.

Penangkapan tersangka AB bermula dari informasi masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang berprofesi sebagai DJ berinisial GHA biasa menggunakan, dan mengedarkan narkoba jenis sabu. Petugas kemudian melakukan penyelidikan Kamis (10/08) sekitar pukul 17.30 Wita di Jalan Tukad Balian, Renon, disitulah tersangka GHA dan AB diamankan.

“Dari tangan tersangka AB disita satu paket sabu dengan berat bersih 0,38 gram, sementara GHA menerangkan mendapat sabu dari seseorang berinisial BNT, dan dibayar dengan cara Transfer seharga Rp 800 ribu. GHA mengaku sudah dua kali membeli dari BN, GHA, dan AB mengaku membeli dengan cara patungan,” terang Kasat Narkoba Polresta Denpasar seijin Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo, di Denpasar, Senin (14/08).

Pengakuan tersangka GHA, mengkonsumsi sabu sejak sebulan yang lalu, dan terakhir beberapa hari sebelum ditangkap, GHA juga mengaku belum pernah dihukum. Sementara tersangka AB mengaku menggunakan sabu sejak satu bulan lalu, dan terakhir beberapa hari sebelum ditangkap, AB juga mengaku belum pernah di hukum.

“Mereka berdua ini satu jaringan dan keduanya bekerja ditempat yang sama di sebuah club di Jalan Dewi Sri, Kuta,” tandasnya.

Selain menangkap kedua tersangka petugas juga mengamankan 7 pelaku lainnya masing-masing bernama, Anak Agung Gede Yudi Astika (AAGY) pegawai EO, Gusti Agung Ngurah Adi Merta (GAN)yang merupakan pegawai BUMD Perbankan, satu jaringan dengan AAGY, Made Darma Putra (MDP) buruh bangunan, Rizal Rahman (RR) pedagang patung dan interior ruangan, I Ketut Sudiasa (KS) tukang ojek, Doli Yayan Pale (DYP) pekerja bengkel dan Komang Mariana (KM) buruh bangunan. Masing-masing tersangka dibekuk di tempat dan waktu yang berbeda-beda. (Sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment