Muhammad Jauhari (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Muhammad Jauhari, salah satu korban dalam kasus pembunuhan anggota TNI-AD Prada Yanuar Setiawan, pada sidang, Kamis (3/7) dihadirkan sebagai saksi untuk empat terdakwa, DKDA, IC, KTA dan KTS.

Usai memberi keterangan di muka sidang yang berlangsung tertutup itu, kepada wartawan Jauhari mengatakan tidak melihat kejadian penganiayaan yang menyebabkan temanya, Yanuar Setiawan meninggal.

“Saya sampai di tempat kejadian Yanuar sudah terkapar di atas trotoar,”kata Jauhari yang masih kesulitan bicara akibat luka di rahang sebelah kanan bekas dianiaya para pelaku.

Dikatakan pula, saat itu dia sempat bertanya kepada para pelaku tentang kondisi korban. “Saya tanyakan, kalian apakan teman saya ini,”ujarnya. Tapi bukan jawaban yang didapatkan, dia malah dihajar beramai-ramai.

Tak hanya itu, Jauhari juga sempat ditariaki begal oleh Revo (tersangka dalam berkas terpisah). “Saya sempat lari, tapi dikejar dan saya dipukuli beramai-ramai hingga tidak sadarkan diri,”ungkapnya.

Dia juga mengaku sempat dikencingi oleh dua pelaku. Yaitu pelaku IC dan tersangka Revo.”Sempat juga diludahi,”sambungnya. Jauhari juga mengatakan, dari cerita rekanya, setalah tidak sadarkan diri, dia dibawa ke rumah sakit.

Saat ditanya apakah ada dari keluarga para pelaku yang meminta maaf, Jauhari hanya menjawab tidak tahu.”Saya tidak tahu, karena saya tidak sadar saat kejadian,”akunya.

Tapi dari pengakuan salah satu rekanya, korban Jauhari sempat mendapat bantuan pembiayaan dari keluarga pelaku.”Sudah ada bantuan,”sebut rekan Jauhari yang ditemui di PN Denpasar.

Seperti diberitakan, Muhammad Jauhari adalah salah satu rekan korban Yanuar Setiawan yang juga menjadi korban dalam kasus penganiayaan yang terjadi di Bay Pass Ngurah Rai, Minggu (9/7) lalu.

Saat kejadian, Jauhari berboncengan dengan temanya berada jauh dibelakang Yanuar. Setibanya ditempat kejadian dia melihat korban Yanuar sudah rebah diatas trotoar. Dia berusaha menolong tapi malah dihajar oleh pelaku IC dkk hingga tak sadarkan diri. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment