dr. Ida Bagus Putu Alit.(bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Selain menghadirkan 10 orang saksi dalam sidang kasus pembunuhan anggota TNI-AD, Prada Yanuar Setiawan, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar juga menghadirkan Ahli forensik dari RSUP Sanglah, Denpasar, dr. Ida Bagus Putu Alit, dalam sidang, Kamis (3/8).

Diketahui, ahli adalah dokter yang memeriksa jenazah Prada Yanuar Setiawan, korban kasus penganiayaan yang dilakukan oleh enam orang pelaku (dua masih dalam proses penyidikan) di Bay Pass Ngurah Rai, Minggu (9/7) lalu.

Dokter Putu Alit yang ditemui wartawan usai memberi pendapatnya di muka sidang mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap jenazah Yanuar Setiawan ditemukan ada 7 luka.

“Dari 7 luka itu, 4 diantanya luka robek yang disebabkan kekerasan tajam. Sedangkan 3 lainya adalah luka lebam yang disebabkan kekerasan tumpul”sebut dokter Putu Alit. Dikatakan pula, dari 4 luka robek itu, ada 1 luka tusuk, nah luka tusuk inilah yang menyebkan korban meninggal dunia.

“Luka tusuk itu merusak organ bagian dalam tubuh korban, jadi dapat dipastikan luka inilah yang menyebabkan korban meninggal,”kata dokter Putu Alit.

Dikatakan pula, dimuka sidang, dia sempat ditanya, apakah 4 luka robek yang ditemukan ditubuh korban dilakukan oleh satu orang? Ditanya begitu, dokter Putu Alit menjawab, kemungkinan dilakukan oleh lebih dari satu orang.

“Jika dilihat dari distribusi luka yang tersebar pada sekujur tubuh korban, dan juga waktu terjadinya luka yang hampir bersamaan, kemungkinan dilakukan oleh lebih dari satu orang,”ungkapnya.

Namun saat ditanya apakah luka robek yang ditemukan pada tubuh korban disebabkan oleh pisau yang dibawa DKDA (pelaku utama dalam kasus ini) yang menjadi barang bukti di persidangan, dokter Putu Alit tidak berani memastikan.

“Kalau luka tusuk yang menyebabkan korban meninggal, sangat identik dengan barang bukti (pisau) yang diperlihatkan dipersidangan. Tapi kalau luka robek lainya kami tidak bisa pastikan, bisa iya bisa juga tidak,”pungkasnya.

Diketahui, dalam kasus ini Polisi sudah menetapkan 6 orang tersangka. Dari 6 orang itu, 4 diantaranya adalah anak-anak dibawah umur masing-masing DKDA, IC, KTS dan KTA. Sedangkan dua orang lagi adalah Revo dan Fajar.

Untuk Revo dan Fajar yang sudah dewasa ini, kasusnya masih ditangani penyidik Polresta Denpasar. Kemungkinan kedua tersangka ini baru disidang akhir bulan Agustus ini.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment