Dinas PPO Flotim Optimis DAK  75 Persen Terserap Habis

Kepala Dinas PPO Flores Timur. BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Tahun Anggaran 2017 ini Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (PPO) Kabupaten Flores Timur mengelolah Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 10.289.000.000. Dari total DAK tersebut, OPD yang sedang dipimpin oleh Drs. Bernardus Beda Keda, M.AP  itu bahkan telah melampaui target capaian kinerja di triwulan pertama, 30 persen.

Walau berawal dengan menggumuli tantangan akibat menu DAK yang berubah-ubah,toh Kadis Bernad Keda bersama timnya  mampu  melewati OPD lainnya berdasarkan hasil evaluasi di triwulan pertama tersebut.

Sukses di penyerapan pertama 30 persen dengan kelebihan target penyerapan sebesar  Rp 700.000.000 dijadikan mereka sebagai modal dasar penyemangat untuk mengelolah DAK tahap berikutnya, walau harus berhadapan  dengan rintangan, terkhusus pada pengelolaan DAK dengan sistem swakelola.

Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (26/7), Kadis Bernard Keda yang didampingi staf Sunpro dan Keuangan secara lantang mengungkapkan keyakinan mereka  dapat mendulang sukses menjalankan target penyerapan DAK hingga 75 persen. Walaupun termasuk dalam daftar OPD yang masih terlilit persoalan tidak tercapainya target realisasi 75 persen pada  pinalti DAK 21 Juli 2017 silam, namun pasca mendapat ‘belas kasihan’ pemerintah pusat  melalui Kementerian Keuangan yang menggeser batasan waktu  penyerapan 75 persennya hingga 31 Agustus 2017, pihaknya mampu menjawabi target tersebut.

“Di realisasi 30 persen kemarin, dalam evaluasi triwulan pertama, kami realisasi DAK Dinas PPO Rp 3 miliar dengan kelebihan sebesar Rp 700.000.000. Untuk posisi sekarang, kami tinggal menunggu finalisasi proses lelang di ULP terkait pengadaan  yang dibiayai DAK non fisik. Sudah pada tahapan sanggah. Bila mulus maka dalam waktu dekat kita akan menandatangani kontrak kerja. Itu berarti dari akumulasi DAK fisik dan non fisik  berdasarkan batasan waktu penyerapan 75 persen ini, maka  pada awal Agustus 2017 kami sudah mencapai  level 99 persen,” jelas Bernard Keda, penuh optimis.

Menanyai kendala yang dihadapi pihaknya, Bernardus Beda Keda langsung menyambarnya dengan menggambarkan peningnya mereka menghadapi perubahan menu DAK. Demikianpun kenyataan lambannya pihak sekolah yang memasukan sejumlah dokumen pengelolah DAK yang dalam pengelolaannya menganut sistem swakelola. Walau demikian, aneka rintangan itu senantiasa diterobosi pihak PPO demi menjalankan kepercayaan pemerintah pusat dalam DAK  tersebut. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment