Kejati Bali Kirim Tiga Tersangka Kasus Korupsi ke LP Kerobokan

Jaya Kesuma (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Meski sebelumnya Kepala Kejaksaan (Kajati) Bali Jaya Kesuma mengatakan tidak ada kejutan di Hari Bhakti Adhyaksa, tapi fakta berkata lain. Usai menutup Pekan Olahraga (POR), Kamis (20/7), Jaya Kesuma langsung mengumumkan penahanan terhadap tiga orang tersangka dari dua kasus korupsi.

Tiga tersangka itu adalah inisial FB dan S untuk kasus pengadaan kapal ikan di Buleleng dan IWS tersangka kasus pelepasan tanah milik negara Taman Hutan Raya (Tahura). Ketiga tersangka, usai dipanggil dan diperiksa oleh tim penyidik Kejati Bali langsung dikirim ke LP Kerobokan untuk menjalani masa penahanan.

Kepada wartawan, Jaya Kesuma mengatakan, penahanan terhadap tiga tersangka kasus korupsi ini adalah bentuk persembahan kejaksaan kepada masyarakat dalam rangka Hari Bhakti Adyaksa ke-57.

“Ini adalah bentuk persembahan kepada lembaga dan juga masyarakat bahwa apa yang sudah kita lakukan selama ini betul-bentul bukti abdi kepada masyarakat,”sebut mantan Kajari Denpasar itu.

IWS (tengah) tersangka kasus Tahura (bnn/pro)

IWS (tengah) tersangka kasus Tahura (bnn/pro)

Dikatakan pula, jika pemberatasan korupsi tidak dilakukan, maka sangat disayangkan pembangunan pemerintah yang strategis maupun yang tidak strategis akhirnya tidak bermafaat bagi masyarakat banyak.

Ia menambahkan, untuk kasus korupsi pengadaan kapal yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 11 miliar itu pihaknya baru menahan dua orang tersangka (dari 11 tersangka) yang keduanya adalah dari rekanan yaitu PT F1 dan CV Faud Pratama Perkasa.

“Untuk kasus pengadaan kapal ikan baru dua tersangka yang kami tahan. Kedua tersangka ini dari pihak rekanan,”ujarnya.

Saat ditanya apakah dari 11 tersangka ini apakah ada pihak dari kementerian ataupun Dinas Perikanan, Kajati Bali tidak menjawab secara pasti.

Namun dia mengatakan, untuk perkara korupsi tidak mungkin berdiri sendiri.

“Tentunya akan kita selesaikan sampai keseluruhan, namun untuk sementara kita baru menahan dua orang,”jawab pejabat asal Jawa Barat itu.

Kajati Bali juga membeberkan sedikit kronologi kasus yang merugikan negara nilai Rp 11 miliar ini.

Dikataknya, kasus ini berawal dari adanya bantuan kapal ikan untuk nelan dari kementerian.

“Kapal itu selesai dibangun, tapi tidak bisa digunakan oleh masyarakat. Jadi negara dirugikan kurang lebih Rp 11 miliar,” ungkapnya.

Sementara untuk kasus Tahura, Kajati menegaskan sejatinya ada dua orang yang dijadikan tersangka.

“Namun untuk saat ini kami baru menahan satu orang. Tersangka yang kita tahan ini adalah orang yang menjual aset pemerintah berupa Tahura kepada pihak lain,” tegasnya.

Untuk kasus Tahura ini kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 8 miliar.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment