Tanggapan Mahasiswa PGRI NTT Terkait Pernyataan  ISIS Saat Demo

Aksi demo mahasiswa PGRI NTT. Foto: bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Koordinator umum aksi demonstrasi mahasiswa Universitas PGRI Nusa Tenggara Timur (NTT) Petrus Tansius Dedi akhirnya menanggapi pemberitaan terkait ancaman mahasiswa yang siap menerima ISIS yang dilontarkan salah satu orator saat menggelar demo di gedung DPRD NTT.

Menurut dia, lontaran itu hanya sebagai bentuk kecaman mahasiswa kepada pemerintah yang tidak merespon tuntutan mahasiswa Universitas PGRI NTT.

“Mahasiswa sudah melakukan aksi demonstrasi menuntut penyelesaian kasus PGRI NTT namun tidak ada langkah bijak dari pemerintah. Itu adalah bentuk kecaman. Kanapa teman-teman mengeluarkan statement seperti itu, karena kami menilai pemerintah tidak merespon kehadiran kami bahkan memberikan tanggapan yang tidak pasti,” ujar Petrus kepada wartawan, Rabu (19/7).

Petrus menyamakan aksi mahasiswa sama seperti gerakan ISIS karena suara mereka tidak dihargai atau direspon oleh pemerintah. Pemerintah terkesan menolak kehadiran mahasiswa Universitas PGRI NTT yang menuntut keadilan di pemerintahn dan DPRD lewat demonstrasi.

“Itu artinya, kita ini tidak ada beda jauh dengan pemberontak. Kalau ISIS saja mereka tidak hargai kenapa kita mahasiswa sebagai aset bangsa tidak diperhatikan. Kita tidak dihargai itu sama halnya kita semacam ISIS juga. Artinya selalu ditantang dan tidak dilayani oleh pihak yang seharusnya bertanggungjawab akan nasib kami,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sebagai generasi muda, mahasiswa siap menjadi garda terdepan melawan paham-paham radikal di NTT.

Dia berharap publik tidak boleh menilai pernyataan itu sebagai sebuah pernyataan sikap atau tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut, karena aksi itu murni perjuangan akan nasib pendidikan mereka.

“Itu luapan kekecewaan kami. Kata-kata itu dinilai sebagai bentuk kekecewaan. Mahasiswa siapapun di NTT tidak mungkin menerima paham-paham radikal. Jika paham radikal masuk di NTT, kami akan berada di garda terdepan untuk menolak. (Amar Ola Keda)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment