Rekonstruksi Pembunuhan Prajurit TNI Dilakukan Selasa Malam

Salah satu adegan rekonstruksi pembunuhan Prada Yanuar Setiawan. BNN/SID

Denpasar/BaliNewsNetwork-Rekonstruksi atau reka ulang kasus penusukan anggota TNI Prada Yanuar Setiawan (20) di trotoar Jalan By Pass Ngurah Rai Nusa Dua, depan SPBU Taman Griya, Jimbaran, Kuta Selatan; dilakukan Selasa (11/7) malam. Pada reka ulang yang dilakukan di halaman samping Polresta Denpasar tersebut, seluruh pelaku dihadirkan.

Terungkap, korban Prada Setiawan diduga melakukan pemukulan terlebih dahulu terhadap salah satu pelaku berinisial RA (19) di bagian kepala sebelah kanan saat terjadi percekcokan.

Akibatnya beberapa rekan korban di antaranya diduga pelaku CI (16) dan DKDA (16) turut serta terlibat dalam pertikaian tersebut hingga berujung maut.

“Dari rekonstruksi, kami temukan dari salip menyalip (motor)- topi milik CI alias Imen terjatuh. Sehingga menyebabkan ketersinggungan dan cekcok mulut dan akhirnya terjadi perkelahian,” jelas Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto, usai rekontruksi.

Hasil rekonstruksi menunjukkan bahwa topi CI terjatuh karena tersenggol. Sementara saat jatuh topi tersebut tidak benar-benar dilindas oleh korban. Namun percekcokkan tersebut ternyata tidak hanya karena salah paham terkait permasalahn topi. Di duga kelompok pelaku merasa tidak nyaman karena dibuntuti oleh kelompok korban.

“Yang disampaikan (dalam rekonstruksi) cekcok mulut yang beda, misalnya kenapa kok ngikutin (dibuntuti) dan sebagainya. Saat percekcokan pun juga dengan kata-kata kasar. Korban, dari hasil keterangan beberapa saksi yang ada, memang terjadi cekcok dan korban memukul duluan,” imbuhnya.

Perkelahian dimulai pada adegan ke-13 dimana korban memukul lebih awal hingga pada adegan ke-22 korban ditusuk oleh DKDA. Selanjutnya korban masih terlihat berdiri saat para pelaku meninggalkan koban. Saat itu DKDA berbalik arah dengan dibonceng oleh FH, sementara RA berboncengan dengan CI tetap mengarah ke Nusa Dua tepatnya di TKP kedua yang berjarak hanya 20 sampai 25 meter dari TKP awal.

“Adegan penusukan ada di adegan 22 dari 26 adegan. Terkait senjata tajam memang dibawa oleh pelaku,” terangnya.

Untuk diketahui bahwa korban meninggal mengendarai motor jenis Satria FU sendirian dengan nopol DK 3199 AE tanpa spion. sedangkan kedua rekannya berboncengan.

Sementara kelompok pelaku yang terdiri dari 3 orang pelaku dan 1 orang saksi berboncengan dengan menggunakan dua unit motor. Motor Scoopy plat DK4050QC warna putih dikendarai oleh CI dan DKDA berboncengan. Sedangkan RA berboncengan dengan FH menggunakan motor Vario Techno.

“Sementara belum ada perbedaaan terkait hasil BAP dengan adegan rekronstruksi. Hanya saja mungkin cara memegang pisau. Namun sejauh ini terkait prinsip tidak ada,” terangnya.

Keenam pelaku disangkakan pasal 170 ayat 2 terkait dengan pengeroyokan yang menyebabkan meninggal dunia, dengan ancaman 12 tahun penjara. Rekonstruksi pun dihentikan, dan dilanjutkan Rabu beso. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment