Impor Sekilo Sabu, Wanita Afrika Ini Terancam Hukuman Mati

Terdakwa Olwethu Sizwekazi Mcinga. BNN/PRO

Denpasar/BaliNewsNetwork-Meski sudah banyak pengimpor Narkotika secara ilegal ke Indonesia dihukum berat bahkan ada yang dihukum mati, tapi sepertinya tidak membuat pelaku lain jera. Buktinya, warga negara (WN) Afrika Selatan bernama Olwethu Sizwekazi Mcinga (28) masih saja nekat membawa masuk barang Narkotika jenis sabu-sabu ke Indonesia.

Akibatnya, wanita berkulit hitam itu harus mempertanggungjawabkan perbuatanya di muka sidang, Selasa (11/7). Narkotka jenis sabu yang dibawa dari Afrika Selatan (Afsel) menuju Denpasar, Bali jumlahnya tidak sedikit. Yaitu lebih dari kg 1 atau 1.150 gram bruto. Dengan jumlah barang bukti yang cukup banyak itu, wanita yang berprofesi sebagai penata rambut ini pun terancam hukuman mati.

Dalam dakwaan Jaksa Penunutut Umum (JPU) Fitrah yang dibacakan di depan majelis hakim pimpinan Made Sukereni terungkap, terdakwa yang beralamat di Johanesburg No. 2 Jule’s Makven 2094 Afsel, ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai pada Minggu 19 Februari 2017 sekira pukul 23.30 Wita di terminal kedatangan internadional Bandara Ngurah Rai Denpasar.

Sebelum ditangkap, terdakwa Olwethu pada bulan Januari 2017 lalu bertemu dengan Mr. William (DPO) di salah satu Mall di Afsel.

“Dalam pertemuan itu Mr. William menyampaikan pesan dari Mr. Victor (DPO) yang meminta kepada terdakwa untuk ke Indonesia,” sebut jaksa asal Kejati Bali itu. Namun saat itu terdakwa menolak dengan alasan paspornya hilang.

Tapi, Mr. William memberi terdakwa uang 800 RNDS (mata uang Afsel) untuk mengurus paspor. Singkat cerita, setelah terdakwa kembali memiliki paspor, pada tanggal 8 Februari 2017, terdakwa datang ke salah satu hotel di Afsel.

“Di hotel ini terdakwa oleh Mr. William diminta untuk menggunakan pakaian korset beserta tiga buah bungkusan plastik yang isinya diduga narkoba yang dilapisi lakban,” sebut jaksa Fitrah.

Dalam dakwaan juga diterangkan, tiga bungkusan platik yang diduga berisi Narkotika jenis sabu itu, dua bungkus oleh Mr. William dipasang di atas perut terdakwa, dan satu bungkus lagi ditaruh di selangkangan terdakwa.

“Setelah itu oleh Mr. William terdakwa diantar menuju Bandara OR. Tambo Afsel untuk diterbangkan ke Bali dengan transit di Doha, Qatar,” kata Fitrah.

Saat terdakwa tiba di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurai Rai, sekitra pukul 23.30 Wita, dua petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai yang menaruh curiga dengan gerak-gerik terdakwa langsung menghampiri terdakwa.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap badan terdakwa, petugas menemukan tiga bungkuas plastik klip berisi sabu sabu yang disebunyikan di tubuh terdakwa.

Setelah dilakukan penimbangan terhadap barang temuan itu, masing-masing plastik berisi 323 gram, 416 gram dan 414 gram dengan berat total menjadi 1.150 gram bruto.

Atas perbuatannya, terdakwa oleh jaksa dijerat dengan 2 pasal. Yaitu Pasal 113 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam menghadapi sidang ini terdakwa didampingi oleh dua pengacara muda, yaitu Yanuar Nahak dan Charly Usfunan.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment