Gilimanuk Diperketat, Dua Terduga Teroris Mau ke Bali Diamankan di Banyuwangi

Pemeriksaan orang dan barang bawaan di Gilimanuk diperkat. BNN/IST

Jembrana/BaliNewsNetwork.com-Pasca penangkapan dua orang terduga teroris jaringan ISIS di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (4/7), Polda Bali memperketat pintu masuk pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Rabu (5/7).

Informasi yang berhasil dihimpun, dua orang terduga teroris tersebut terbukti membawa beberapa senjata tajam. Apalagi mereka berencana masuk ke Bali melalui penyeberangan pelabuhan Ketapang, Banyuwangi – Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Pemeriksaan dengan melibatkan sejumlah personil di antaranya Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Polres Jembrana serta dibantu personil Brimob, dan aparat TNI.

Tampak aparat kepolisian bersenjata lengkap berjaga di Gilimanuk. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap orang, barang dan kendaraan baik yang masuk Bali maupun ke luar Bali.

“Atensi khusus terhadap masuknya barang-barang berbahaya, bahan peledak, senjata api maupun senjata tajam, termasuk jaringan teroris ke Bali tetap kita jalankan sesuai protap,” ujar Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Rabu (5/7).

Atensi khusus itu dilakukan dengan cara ‘penebalan’ personil untuk memaksimalkan pemeriksaan terhadap orang, barang dan kendaraan yang masuk Bali. Terlebih saat ini masih arus balik mudik Lebaran.

“Karena bisa saja para pelaku kejahatan memanfaatkan momen arus balik ini untuk masuk ke Bali melalui jalur darat. Intinya kami tidak boleh lengah dan tidak mau kecolongan,” tandasnya.

Sementara itu Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol AA Gede Arka mengatakan, sesuai perintah Kapolres Jembrana untuk mengantisipasi masuknya pelaku kejahatan termasuk jaringan teroris ke Bali, agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan mengoptimalkan pemeriksaan.

Pemeriksaan terhadap orang, barang dan kendaraan masuk Bali dilakukan secara lebih teliti, dilengkapi dengan personil bersenjata untuk mengawasi rekannya yang sedang melakukan tugas pemeriksaan.

Begitu juga dengan penjagaan di Mako, menurutnya lebih diperketat, dengan melalui pemantauan CCTV, memasang portal dan barier setelah tengah malam.

“Kita juga memeriksa barang bawaan tamu yang datang ke Polsek dan meminta tamu melepas jaket dan menaruh tas yang dibawanya di tempat yg sudah disediakan,” ungkapnya.

Sebelumnya informasi yang diterima, Selasa (4/7) sekitar pukul 03.30 WIB, pihak kepolisian Banyuwangi mengamankan dua orang terduga kelompok ISIS dengan membawa sejumlah senjata tajam di dalam tasnya.

Kedua orang yang diamankan tersebut masing-masing Aji Muhammad I Gusti Ngurah Rai (53) kelahiran Denpasar dan tinggal di Dusun Losari RT 005/RW 003, Desa Kletek, Kecamatan Taman, Sidoarjo dan Sutari (37) asal Dusun Pakel RT 001/RW 002, Desa Nglutung Kecamatan Sendang, Tulungagung.

Mereka diamankan pihak Polsek Glenmore karena kedapatan membawa sebilah sangkur komando, sebilah golok, sebilah pisau, korek api berbentuk senjata dan sarung senpinya, sebuah kunci T, sebuah besi menyerupai paku dan sekotak petasan. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment