Walau Berusaha Kabur,  Pengebom Ikan Asal Ende Berhasil Diringkus Tim Patroli Laut Flotim 

Tim gabungan patroli laut Flotim sedang menurunkan pelaku bom ikan asal Ende di PPI Amagarapati, Larantuka, Senin (12/6). BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Walau berusaha melarikan diri pasca melakukan pengeboman ikan di perairan bagian selatan Flores Timur, tepatnya  di perairan Tanjung Watuan, Desa Ojandetun, Kecamatan Wulanggitang, Senin (12/6) pada sekitar pukul 07.00 Wita, ke-8 nelayan asal Ende akhirnya tak berkutik menghadapi kegesitan tim  gabungan patroli  laut  yang terdiri atas Kapal Ova Langga, Kapal Mengkudu, Kapal Ndao dan Kapal Palu’e  (Polair Polda NTT) serta Tim Dinas Perikanan Flotim dan Tim Wildlife Conservation Society (WCS) .

Kepala  Bidang Pengawas Sumber Daya Perikanan dan Perizinan Usaha Dinas Perikanan Flores Timur Apolinardus Y.P Demoor ketika dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com di sela-sela pendropingan para pelaku dan barang bukti oleh Kapal Patroli Ova Langga di areal PPI Amagarapati menuturkan, juru mudi KM Dua Kembar Yamin Ibrahim  sempat menghidupkan mesin dan berusaha kabur ketika kapal patroli  laut gabungan itu mendekati mereka.

“Tim sempat melepaskan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan oleh Yamin Ibrahim, Cs. Tim terpaksa melumpuhkan  gerak mereka dengan cara menabrak kapal motor nelayan itu dari bagian belakang. Langkah tim tersebut membuahkan hasil. Kapal Motor  Dua Kembar bersama ke-8  crewnya itu pun akhirnya digelandang ke PPI Amagarapati oleh Kapal Patroli Ovalangga dan selanjutnya diserahkan ke Polres Flotim,” papar Dus Demoor.

Dari  hasil penggeledahan tersebut, selain kapal nelayan berukuran I GT dan 1 unit sampan, tim berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang bukti berupa dua bom botol  (botol bir) siap pakai,1 kg pupuk cap obor (1/2 ember), 1 unit kompresor lengkap dengan alat selam, 200 kg ikan dasar aneka jenis serta ikan kering hasil bom sebanyak 100 ekor . (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment