Bupati Flotim Segel Ruangan Bagian Hukum

Ruang Bagian Hukum yang sempat disegel bupati. BNN/Eman Niron

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon kembali menunjukan ketegasannya pada aspek kedisiplinan. Kaget terhadap kenyataan masih tertutupnya sejumlah ruangan kerja pada Bagian Hukum Setda Flores Timur pada pukul 08.15 Wita dalam sidak perdananya Kamis (8/6), Bupati Anton  memerintahkan seorang staf  untuk menempelkan selembar kertas pada pintu bertuliskan “Mohon Perhatian, Pintu Ruangan Jangan Dibuka. Ttd Bupati Flotim”.

Sebagaimana disaksikan BaliNewsNetwork.com pada pukul 09.00 Wita ada 4 staf Bagian Hukum tampak duduk di kursi luar tak jauh dari ruangan kerja mereka itu dengan ekspresi panik.

”Kami datang terlambat karena semalam kami lembur. Kami kaget ketika hendak menuju ruangan kerja kami, ternyata ada tertempel selembar kertas dengan tulisan seperti itu. Kami tak bisa buat apa-apa selain duduk di luar sini. Entah siapa yang tempel pun kami tidak tau,” ujar mereka sembari menarik napas panjang tanda cemas dan risau.

Tak lama berselang kemudian pintu ruangan tersebut dibuka dan staf di Bagian Hukum itu pun melaksanakan aktivitasnya.

Sementara itu Bupati Anton Hadjon yang dikonfirmasi secara terpisah dengan gaya khasnya mengungkapkan langkah tersebut dilakukannya sebagai bentuk pembelajaran kepada para ASN untuk tertib dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Untuk menciptakan situasi tertib dalam pelayanan, faktor disiplin termasuk disiplin masuk kantor adalah hal mutlak yang harus dijalankan oleh semua ASN.

“Kita harus merubah pola kerja. Bagaimana memaksimalkan pelayanan publik, kalau di jam 08.15 Wita saja pintu ruangan masih terkunci? Bila semua kita disiplin dan sungguh efektif memanfaatkan waktu niscaya tidak ada lembur. Dan kita harus perbiasakan disiplin itu,” ujarnya dengan terus menerus mengungkapkan bahwa  aksi yang dilakukannya itu hanyalah sebagai bentuk penyadaran kepada semu ASN untuk tertib dalam menunaikan tugas  sebagai abdi negara, abdi daerah dan abdi masyarakat Flores Timur. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment