Terjaring Pukat Nelayan Solor, Hiu Paus dan Penyu Dilepaskan

Penyu langka yang terjerat pukat nelayan Solor, Flores Timur.BNN/E,an Niron

Solor/BaliNewsNetwork.com-Kegesitan Dinas Perikanan Flores Timur bersama tim WCS dan Yayasan Misool Baseftin  dalam menjaga habitat dan spesies ikan yang dilindungi oleh UU No.5 Tahun 1990 patut diancung jempol. Demi pengamanan species ikan yang telah dilindungi  tersebut, dinas pimpinan Ir. Erna da Silva yang dikoordinir oleh Kepala Bagian (Kabag) Kepala Bidang Pengawas Sumber Daya Perikanan dan Perijinan Usaha Dinas Perikanan Apolinardus Y.L Demoor, STP., MM  bersama tim WCS dan Yayasan Misool Baseftin langsung tancap gas menuju lokasi  dimana ikan-ikan yang dilindungi itu terjaring atau ditangkap dan langsung menyadarkan para nelayan untuk melepaskannya kembali.

Sebagaimana  yang terjadi pada Sabtu,27 Mei 2017 dan Selasa 30 Mei 2017, Tim pimpinan Apolinardus Y.L Demoor berhasil mencuci otak  nelayan Desa Lemanu, Kecamatan Solor Selatan, Yansen Herin (32) hingga membebaskan seekor rhindocon typus (hiu paus) berukuran 4 Meter yang terjaring pukatnya.

Hal yang sama pula terjadi  pada Selasa 30 Mei 2017, pihak Dinas Perikanan Flores Timur bersama tim WCS dan Misool Baseftin lagi-lagi membebaskan dua ekor penyu yang terjaring pukat plastik berukuran  1,4 cm di perairan U’uma, Kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat.

“Setelah menerima informasi, kami langsung bergerak ke lokasi penangkapan. Dua ekor Penyu tersebut masing-masing seekor penyu hijau jantan (chelonia mydas) dan seekor penyu sisik anak (eretmochelys imbricata ). Kedua jenis ikan tersebut terjaring pukat milik nelayan Ritaebang, Kristoforus Kelan Werang yang dioperasikan bersama Anton Watun dan Risman Niron. Bersama tim WCS dan Misool, kami memberikan sosialisasi tentang perlindungan jenis-jenis ikan sebagaimana yang telah diatur dalam UU No.5 Tahun 1990 itu. Setelah mendapat penjelasan,rombongan Kristo Werang itu pun dengan iklas melepaskan kembali dua jenis hewan amphibi itu ke laut,” urai Dus Demoor. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment