Usai Beraksi Tiga Jam, Kawanan Curat Ditangkap di Kuta

Tersangka curat. Foto: bnn/sid.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pasca tiga jam melakukan aksinya pada salah seorang wanita WN Jepang Mikiko Kyo, (29) di ATM Bank Mandiri, Toko Circle K Jalan Legian, Kuta, Badung, Bali.

Empat orang komplotan pencurian dengan pemberatan (curat) yang sempat meresahkan warga dan wisatawan di sekitar Jalan Legian, Kuta akhirnya diamankan Kepolisian Sektor Kuta, Rabu (24/5).

“Modusnya salah satu tersangka menawarkan jasa untuk membantu mengambilkan uang di ATM tersebut, dan beberapa rekan lainnya mengawasi,” kata Kapolsek Kuta Kompol I Wayan Sumara, Senin (29/5).

Keempat pelaku tersebut tiga diantaranya berasal dari Kecamatan Kubu Karangasem yaitu I Made Suardana (33) alias Beker, I Gede Ardana (32) dan I Kadek Depin (25).

Sementara seorang lainnya I Gede Sukarmaya (36) berasal dari Buleleng. Komplotan tersebut sudah sering melakukan aksinya sambil berpura-pura menjadi tukang ojek, namun korbannya jarang melapor petugas.

Kebetulan Mikiko saat itu sekitar pukul 19.00 Wita bermaksud mengambil uang di dalam toko Circkle K Jalan Legian. Korban lalu diantarkan pelaku I Kadek Depin untuk masuk ke dalam toko menuju ATM. Merasa mendapatkan korban, Depin langsung mengontak ketiga rekannya. Kemudian Depin keluar dan mengawasinya dari luar.

Saat itu korban tengah melakukan transaksi sebesar Rp 2 juta, yang kemudian uang tersebut  disimpan di dalam tas. Tiba-tiba datang Beker yang berpura-pura membantu korban bertransaksi.

“Beker melarang korban untuk membatalkan transaksi dan pelaku langsung melanjutkan transaksi dengan penarikan uang,” terangnya.

Korban yang mengetahui  aksi tersebut berusaha menghentikan pelaku, namun pelaku tetap melanjutkan transaksi dan menarik uang sebesar Rp 2 juta. Setelah uang keluar pelaku langsung mengambil  dan menyerahkan dengan cepat kepada dua rekannya Gede Ardana dan Sukarmaya yang telah “standby” didekat Beker. Beker sendiri bertugas menghalang-halangi  korban saat korban bertransaksi untuk kedua kalinya.

Melihat uangnya diambil dan diserahkan kepada orang lain, korban langsung berteriak meminta uangnya kembali. Dengan modus mengembalikan sebesar Rp 1 juta, korban dibuatnya percaya seakan-akan uangnya telah dikembalikan.

Merasa uangnya telah dikembalikan, korban langsung pergi. Namun korban kembali kaget setelah menerima pesan melalui Mobile Banking yang memberitahukan bahwa pihaknya telah bertransaksi  sebesar Rp 4 juta, padahal setelah dicek  uang didalam tasnya hanya RP 3 juta.

“Jadi merasa uangnya hilang Rp 1 juta, korban akhirnya melaporkan kepada kepolisian,” terangnya.

Berbekal informasi ciri-ciri pelaku, akhirnya jajaran kepolisian polsek kuta berhasil membekuk kawanan pencuri tersebut tiga jam setelahnya. Sayangnya CCTV dilokasi pun juga dalam keadaan mati. (sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment