Aksi Demo GMNI Kupang Soroti Pembebasan Bersyarat Urip Tri Gunawan

Aksi demo mahasiswa GMNI di Polda NTT, Rabu (17/5/2017). Foto: bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kupang, NTT melakukan aksi demontrasi ke Polda NTT, Rabu (17/5/2017).

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti pembebasan bersyarat yang diberikan oleh Kenmenkumham kepada Urip Tri Gunawan yang merupakan tersangka dari kasus korupsi yang divonis 20 tahun penjara oleh hakim.

“Ini mencerminkan sistem penegakan hukum di Indonesia masih jauh dari panggang api. Pembebasan itu dinilai KPK tidak tepat dan tidak adil,” tegas Ketua GMNI Cabang Kupang, Leonardus Lian Liwun.

Menurut Leonardus, saat ini hukum Indonesia masih tunduk dari intervensi politik. Padahal, sebagaimana kita ketahui, penegakan hukum adalah kekuasaan yang merdeka dan independen bebas dari tekanan dan intervensi dari pihak manapun.

“Di ranah hukum, sistem penegakan hukum yang tidak adil, belum terciptanya azas hukum equality before the law,” imbuh Leonardus.

Dia mendesak pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkumham untuk mempertanggungjawabkan keputusan remisi kepada terpidana Urip Tri Gunawan yang dinilai tak adil dan melecehkan asas kepastian hukum.

Dalam aksi itu mahasiswa juga menyatakan dukungan kepada pihak kepolisian untuk segera menuntaskan proses dugaan pelanggaran hukum yang diduga dilakukan oleh M. Riziek dan kasus dugaan makar yang didalangi Fari Hamza serta memperjelas kasus Buni Yani.

Pantauan wartawan, mahasiswa mendatangi Polda NTT sekitar pukul 10.00 Wita. Usai menyerahkan pernyataan sikapnya, mahasiswa melakukan long march menuju kantor DPRD NTT dan Kantor Gubernur NTT. Aksi ini dikawal ketat aparat kepolisian. (amar ola keda)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment