Bupati Terpilih Kaget dan Usulkan Dipending – Soal Alokasi Dana Untuk Beli Mobil Pimpinan DPRD Flotim

Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST, Bupati Flores Timur terpilih periode 2017 – 2022. BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Bupati terpilih Kabupaten Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST  mengaku sangat kaget ketika mendengar ada alokasi dana sebesar  Rp 2.372.100.000  dalam APBD Tahun Anggaran 2017  untuk pengadaan kendaraan dinas (operasional ) bagi pimpinan DPRD Flores Timur.

Kekagetan itu lantas diikuti dengan penegasan sikap meminta lembaga DPRD Flores Timur untuk mempertimbangkan kembali  keputusan tersebut.

Menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers berkaitan dengan rencana gelar  acara 1000 Lilin Flotim Satu Untuk NKRI  di Larantuka, Senin (15/05), Anton Hadjon yang bakal dilantik bersama wakilnya Agustinus Payong Boli, SH  sebagai bupati definitif periode 2017-2022 di Kupang ,22 Mei 2017 mendatang,  bahkan secara tegas mengungkapkan pemerintah daerah Flotim masih membutuhkan dana yang besar untuk  pembangunan yang sungguh dibutuhkan  rakyat .

“Ya kalau kita bisa hemat dan penghematan itu kita arahkan untuk kebutuhan masyarakat, kenapa tidak kita lakukan? Saya sendiri kaget  bila ada alokasi anggaran senilai Rp 2.372.100.000 untuk pengadaan mobil dinas bagi pimpinan DPRD. Kami cek dulu, bila belum beli, kami minta untuk dipertimbangkan lagi. Saya bersama Pak Agus Boli dalam rapat bersama seluruh pimpinan OPD pada tanggal 13 Maret 2017 kemarin telah ingatkan  dua hal termasuk tidak boleh melaksanakan program yang di luar dari asas perencanaan dan pemanfaatan,” tegasnya seraya menegaskan prinsip  pemenang Pilkada Flotim tersebut  bahwa tetap akan menggunakan mobil dinas Bupati dan Wabup yang lama.

Anton Hadjon  mengakui dirinya bahkan telah didatangi pihak dealer  mobil atas perintah pihak Sekertariat Dewan dengan tujuan bupati terpilih itu memilih jenis mobil yang bakal mereka gunakan agar  pihak Setwan pun bisa  menyesuaikan pemilihan jenis mobil bagi pimpinan DPRD.

Terhadap permintaan pihak dealer tersebut, Anton Hadjon menolak permintaan tersebut.

“Saya tolak permintaan itu. Ya, kalau penegasan saya dan Pak Agus Boli dalam rapat  bersama pimpinan OPD di tanggal 13 Maret kemarin dinilai miring karena kami belum dilantik, maka setelah dilantik kami akan jalankan apa yang telah kami tegaskan itu. Prinsipnya anggaran harus pro rakyat dan kita masih butuh anggaran yang besar untuk rakyat,” tegas Anton Gege Hadjon, dengan terus menerus mengungkapkan akan membangun komunikasi dengan DPRD untuk mempertimbangkan kembali keputusan pembelian mobil dinas tersebut. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment