Gerakan Perempuan Lintas Agama NTT Minta Bubarkan Paham Radikalisme

Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno menerima karangan bunga dari Gerakan Perempuan intas Agama. BNN/Amar Ola Keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Setelah melakukan aksi di depan kantor DPRD NTT, Gerakan Perempuan Lintas Agama NTT menyerahkan karangan bunga ke pemerintah provinsi NTT dan DPRD NTT.

“Karangan bunga itu sebagai wujud duka cita kami akan matinya keadilan di Indonesia. Kami minta pemerintah NTT tidak memberi ruang bagi paham radikalisme di Indonesia,” tegas Pendeta Mery Kolimon.

Kolimon mengatakan, pengadilan terhadap Basuki T. Purnama alias Ahok telah mencabik-cabik persatuan dan kesatuan masyarakat.

Berbagai sentimen agama, ras, suku dan pilihan politik telah menciptakan sekat-sekat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah dan seluruh unsur masyarakat di tingkat nasional dan daerah untuk membangun upaya-upaya pemulihan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya menghimbau kepada seluruh warga gereja di Indonesia agar selalu menahan diri dari ekspresi ketidakpuasan dan kemarahan terhadap putusan (majelis hakim terhadap) Ahok. Kita wajib merawat dan mempertahankan komitmen pada NKRI,” tegas Kolimon.

Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno mengatakan, DPRD secara lembaga mendukung sepenuhnya tuntutan perempuan lintas agama NTT dan akan meneruskan ke Presiden RI serta berbagai lembaga tinggi negara.

“Secara lembaga kami mengutuk keras radikalisme yang anti Pancasila dan kebhinekaan,” kata Anwar.

Terkait peradilan, Anwar mengatakan, DPRD menghormati supresmasi hukum dan langkah lanjutan Ahok untuk mengajukan banding. Dia berharap, Pengadilan Tinggi tidak boleh tunduk akan tekanan masa.

“Kita semua berharap pengadilan harus benar-benar independen agar putusan adil untuk Ahok. NTT harus tunjukan ke daerah lain bahwa NTT cinta damai tanpa adanya perbedaan. Kita adalah Indonesia,” imbuh Anwar.

Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni mengatakan, Pemprov NTT tidak akan tinggal diam terhadap paham-paham radikal yang masuk ke NTT

“Kami tidak akan mentolerir tumbuhnya radikalisme di NTT. Jika ada masyarakat yang mengetahui adanya paham radikal segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Benny.

Pantauan wartawan, setelah menyerahkan karangan bunga, masa melakukan long march ke kantor Pengadilan Tinggi Kupang. Mereka meletakan karangan bunga dan menyalakan lilin. Aksi ini dikawal ketat aparat kepolisian. (Amar Ola Keda)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment