Kuta Tegang, Dua Bule “Baku Pukul” Jadi Tontonan

Dua bule “baku pukul” jadi tontonan di Kuta, Minggu (7/5/2017). Foto: bnn/sid.

Kuta/BaliNewsNetwork-Minggu (7/5/2017) sekitar pukul 03.16 Wita kerusuhan terjadi di Jalan Legian, Kuta, Badung tepatnya di depan Club malam VIP.

Aksi duel terjadi, antara bule yang diduga berkebangsaan Australia yang berbadan besar dan full tatto melawan seorang pria bule asal Swiss bernama Tikes.

Kawasan Ground Zero yang tadinya sepi mendadak tegang, akibat kerusuhan yang ditimbulkan oleh dua orang warga asing itu. Bahkan aksi jotos-jotosan kedua bule tersebut sempat menimbulkan kemacetan dan menarik perhatian pengunjung kawasan hiburan malam di sepanjang Jalan Raya Legian, Kuta, Badung.

Foto: bnn/sid.

Foto: bnn/sid.

Informasi yang berhasil dihimpun, menurut saksi dua orang pemuda yang enggan namanya ditulis ini menyebutkan, bahwa keduanya sering terlibat percekcokan di kawasan hiburan malam di Kuta.

“Yang satu namanya Tikes asal Swiss mereka berdua memang sering berantem kalau ketemu. Yang satu kayaknya warga Australia nggak tahu namanya,” ujar saksi di lokasi, Minggu (7/5/2017) dini hari.

Menurutnya, lantaran mereka sering ribut warga atau para turis yang sering menyambangi kawasan hiburan malam di Kuta itu pun sudah paham.

“Kalau ribut sering mereka berdua nggak tahu masalahnya apa. Tadi mereka berdua uda ribut duluan di Engine Room kemudian yang badan banyak tatto (Mr.X-red) dikeluarkan sama pacarnya lewat pintu belakang,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi saat kejadian, balinewsnetwork.com yang kebetulan berada di lokasi melihat bahwa Mr.X sudah ribut terlebih dahulu dengan pacarnya dan sambil memaki-maki pacarnya mereka berjalan menuju ke depan VIP Club.

Pas di depan VIP Club, Mr.X yang berbadan besar dan full tatto ini bertemu dengan Tikes. Dan kemudian keduanya yang sama-sama berbadan besar ini terlibat perkelahian duel satu lawan satu di tengah Jalan Raya Legian.

Mirisnya, sejumlah petugas dari kepolisian Kuta dan pengamanan Desa Adat Kuta serta security Club, tak mampu melerai duel yang malah jadi tontonan pengunjung itu.

“Iya seram juga tapi kok jadi tontonan gini ya, bahkan banyak yang memviralkan duelnya lho,” ujar Sinta wisatawan asal Jakarta.

Foto: bnn/sid.

Foto: bnn/sid.

Lain halnya Andre Bol wisatawan asal Palembang ini mengaku baru sekali ini berkunjung ke Kuta, dia pun mengeluh lantaran tidak bisa bergerak sama sekali akibat macet.

“10 menitan mereka duel, saya kaget takut juga karena tadi sempat saya lihat yang badan full tatto itu mau lempar batu ke musuhnya,” ujarnya.

Beruntung keduanya kemudian sepakat untuk berdamai. Hingga pukul 03.34 Wita duel itu pun berhenti. Dan massa berangsur membubarkan diri. (sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment