Dukung NKRI, Karangan Bunga dari Warga Bali Penuhi Mapolda

Karangan bunga berjejer di depan Mapolda Bali. BNN/SID

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sejumlah karangan bunga dari berbagai ukuran berderet di depan Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Kamis (04/5/2017). Pantauan di lokasi karangan bunga disandarkan di tembok pembatas sehingga mudah dilihat orang.

Karangan bunga ini untuk memberikan dukungan terhadap Polri dan TNI dalam menegakan keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45.

Karangan bunga kebanyakan dikirim dari kelompok masyarakat dan individu itu umumnya berisikan dukungan terhadap Polri dan TNI untuk menegakkan keutuhan NKRI.

Ucapan dalam karangan bunga juga mendukung Polri dan TNI menindak tegas kelompok-kelompok intoleran baik di Indonesia secara umum dan Bali secara khusus.

Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja menjelaskan, Polda Bali tidak pernah meminta apalagi mengerahkan masyarakat atau kelompok untuk memberikan karangan bunga ke Polda Bali.

“Kemarin, saya ditelepon dari Jakarta untuk bertanya apakah ada karangan bunga di Mapolda Bali. Saya jawabnya nihil. Tenyata hari ini malah banyak yang datang,” kata Hengky Widjaya di Mapolda Bali, Kamis (4/5).

Ia mengatakan, kelompok atau individu yang datang membawa karangan bunga itu tidak pernah bertemu dengan polisi atau petugas jaga, apalagi meminta tanda terima.

Pantauan anggota menunjukkan, karangan bunga itu sudah memenuhi halaman luar Polda Bali langsung di pinggir jalan. Jumlahnya terus bertambah menjelang siang hingga sore.

Menurutnya, kedatangan karangan bunga karena masyarakat menginginkan agar NKRI harga mati.

“Hasil survey oleh Mabes Polri ternyata masih banyak masyarakat yang dukung NKRI dengan dasar negara Pancasila. Dukungan itu jauh lebih banyak dibanding segelintir kelompok yang ingin mengubahnya. Artinya, ada arahan dari masyarakat yang tidak mau melakukan aksi-aksi protes atau demo. Ini adalah suara kaum yang tidak mau bersuara. Mereka datang, cukup dukung dan suarakan. Selebihnya tugas kami,” ujarnya.

Sekalipun hanya membawa karangan bunga, namun pihaknya tetap memberikan laporan ke pusat. Dan diarahkan agar tidak mengerahkan massa melakukan aksi demo dan sebagainya.

“Masyarakat silahkan membawa karangan bunga, tetapi jangan sampai melakukan aksi demo. Biarkan itu menjadi urusan polisi dan TNI bila ada kelompok-kelompok yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara agama,” tandasnya. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment