Direktur Teknis PDAM Diperiksa Penyidik Polresta Denpasar

Ilustrasi korban. Foto: bnn/ist.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pasca kasus tewasnya pelajar SMP Rendi Rizaldy (13) lantaran kesetrum di tempat faslitas umum (Fasum) tempat minum umum milik PDAM kota penyidik Polresta Denpasar belum menetapkan tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan mengatakan, pihaknya baru memeriksa Direktur Teknis PDAM I Putu Yasa, bersama rekan-rekan, Senin (17/4) lalu. Pengembangan dilakukan karena diduga ada unsur kelalaian.

“Ada enam orang dari pihak PDAM, yang kita periksa dengan status sebagai saksi, termasuk Direktur Teknis PDAM Kota Denpasar, I Putu Yasa juga sudah diperiksa,” ungkap Perwira yang sebentar lagi bertugas di Direktorat Krimsus Polda Bali ini, dikonfirmasi Rabu (19/4/2017).

Pemeriksaan dilakukan karena diduga adanya unsur kelalaian dalam kematian remaja yang tinggal di Jalan Letda Jaya, Denpasar tersebut.

“Pemeriksaan itu untuk mencari keterangannya seperti apa penggadaan fasilitas umum di Denpasar dan bagaimana pengajuan alat tersebut,” sebutnya.

Walaupun tak merinci jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik kepada saksi, diterangkannya jika pertanyaan hanya seputar pengadaan alat-alat untuk fasilitas umum saja.

Lantas apakah pihak PDAM Kota Denpasar sudah mengetahui adanya kerusakan keran air bersih di lapangan Puputan Badung, Denpasar?

“Mereka mengaku belum mengetahui ada kerusakan,” paparnya sembari mengatakan bahwa walaupun jawaban mereka seperti itu, namun faktanya kejadiannya berlangsung sekitar pukul 17.00 Wita.

“Jadi sepanjang satu hari alat itu ada di sana. Karena itu kasus ini masih didalami oleh pihak Labfor sudah mengecek ke TKP,” ujarnya.

Disinggung mengenai apakah nantinya setelah pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP, dimungkinkan akan ada tersangka? Reinhard mengaku bahwa belum berani berandai-andai. Pasalnya unsur kelalaian harus benar-benar teliti untuk menentukan siapa pelaku.

Ia mengaku keluarga korban sudah mengikhlaskan dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah.

Tapi karena masalah nyawa, penyidik Polresta Denpasar tetap mengusut dan memproses kasus tersebut hingga tuntas. (sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment