Kakek Korban Penganiayaan Istri Ternyata Ketua RT

Henok Adu, korban penganiayaan istri. bnn/amarolakeda

Kupang/BaliNewsNetwork-Hanok Adu (56) korban penganiayaan istri, Frederika Adu (45), warga Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT ternyata menjabat sebagai Ketua RT 07/RW 03.

“Iya benar, korban menjabat ketua RT di wilayahnya,” ujar Kapolsek Kelapa Lima, AKP Basith Algadri kepada wartawan, Selasa (28/3/2017).

Jabatan itu diketahui polisi setelah mengantar korban kembali ke rumahnya.

“Polisi mau membawanya ke rumah sakit untuk berobat tetapi korban tidak mau dan minta pulang karena ada anaknya yang katannya mau ujian. Sehingga kami mengantarnya pulang ke rumah. Dan dari situ kami tahu bahwa dia ternyata ketua RT,” kata Basith.

Sebelumnya diberitakan, Hanok Adu (56) warga Rt. 07A Rw. 03 Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), nekad melaporkan istrinya, Frederika Adu (45) ke polisi karena dianiaya sang istri, Senin (27/3/2017/).

Korban mendatangi Pospol Oesapa Timur dengan luka robek pada bagian dada dan bengkak pada punggung kaki kanan.

“Dari pengakuan korban, peristiwa itu terjadi pada pukul 22.00 wita saat korban tutup kios. Pelaku tersingung karena dimarahi korban,” ujar Kapolsek Kelapa Lima, AKP Basith Algadri kepada wartawan, Senin (27/3/2017).

Pelaku memukul korban ke bagian dada dan kepala menggunakan gagang sapu hingga korban mengalami luka-luka.

“Setelah mendapat laporan dari korban, kami langsung ke tempat kejadian, namun korban melarikan diri,” kata Basith.

Basith menambahkan, sebelum melakukan penyidikan dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu, pihaknya akan melakukan upaya mediasi antara korban dan pelaku karena kedua pasangan suami isteri itu masih memiliki anak kecil. (Amar Ola Keda)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment