Dewan Pertimbangan Presiden Kunjungi Polda NTT

Foto: bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Sebanyak 10 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dipimpin Letjen (Purn) M Yusuf Kartanegara melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Mapolda NTT.

Letjen Purn M Yusuf Kartanegara mengatakan, kehadiran anggota dewan pertimbangan presiden di bidang hamkam dalam rangka melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah untuk menghimpun dan mengetahui kondisi terkini di setiap instansi yang dikunjungi termasuk Polda NTT.

Yusuf melanjutkan, kunjungan ke Polda NTT untuk mengetahui bagaimana Polda NTT melaksanakan tugasnya termasuk salah satunya adalah masalah perbatasan terkait mekanisme tugas-tugas yang telah dilakukan khususnya di perbatasan.

Menurut Yusuf, masalah-masalah yang dibahas adalah perbatasan seperti penyelundupan, masalah penyelundupan narkoba, masalah traficking, masalah ilegal loging dan masalah lainnya.

Lanjutnya, informasi terkait masalah-masalah tersebut, selanjutnya akan disampaikan ke Presiden. “Intinya kita membahas seperti ini, ” ujarnya.

Selain mengunjugi dan berdialog dengan Kapolda, Yusuf mengatakan, anggota Wantimpres akan mengunjungi Lantamal VII Kupang, Korem 161 Wira Sakti, Lanud Eltari dan mengunjungi daerah perbatasan di Kabupaten Belu.

Kunjungan ini, kata Yusuf untuk mengetahui tugas-tugas terkini yang telah dilakukan termasuk untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi.

Ia juga menyampaikan, salah satu kunjungan Wantimpres adalah berkaitan dengan peningkatan tipologi status Polda NTT dari Tipe B menjadi tipe A.

Ia menjelaskan, dengan peningkatan status Tipe tersebut menjadi bertambah pula kerja-kerja dari Polda NTT. Selain itu, tuntutan-tuntutan seperti sarana pendukung untuk pelaksanaan sesui tuntutan Tipe.

Dari segi keamanan, yang dibutuhkan adalah membina kesatuan-kesatuan yang ada di perbatasan yakni koordinasi antara Polri, TNI dan Pemerintah Daerah.

Sementara itu, Kapolda NTT, Brigadir Jenderal Polisi, Agung Sabar Santoso kepada wartawan, mengatakan, kehadiran wantimpres di Mapolda NTT berkaitan dengan masalah perbatasan dan peningkatan tipologi status Polda NTT dari Tipe B menjadi Tipe A.

Terkait peningkatan tipologi Tipe B menjadi tipe A, kata Jenderal Agung, pengutamaan harus lebih pada peningkatan pelayanan dan mampu meningkatkan rasa nyaman.

Lanjutnya, dalam dialog bersama Wantimpres, Kapolda menyampaikan bahwa Polda NTT masih membutuhkan jumlah personil, peningkatan sarana dan prasana.

“Peningkatan jumlah personil serta sarana dan prasaran bukan menjadi utama dalam peningkatan status tapi pelayanan kepada masyarakat yang harus lebih ditingkatkan,” ujar Kapolda Agung.

Pantauan BNN, rapat bersama anggota Wantimpres terjadi di ruangan Vicon lantai II Mapolda NTT. Pertemuan tersebut dihadiri Kapolda NTT bersama pejabat utama Polda NTT.

Dari Watimpres yang hadir adalah, Ketua Tim  Wantimpres, Letjen (Purn) TNI M Yusuf Kartanegara, Mayjen TNI (Purn) Mashudi Darto, MayjenTNI Purn A.Chasib, Ir Amal Witonohadi, MT, Abdul Rahman SH, Tri Wedya Yuli Purnomo, Saddra Fitrilia, Andityas Dwi A, Andri Wibowo, Taufig Hidayat. (amar ola keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment