Dua Sejoli Pembunuh Polisi Divonis Ringan

Sara Connor. Foto:bnn/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Majelis hakim PN Denpasar yang menyidangkan kasus penganiayaan yang menyebabkan korban, yang juga seorang anggota polisi bernama I Wayan Sudarsa kehilangan nyawa benar-benar membuat pengunjung sidang terkejut. Bagaimana tidak, dua orang bule yang menjadi terdakwa yaitu, David James Taylor dan Sara Connor, masing-masing hanya divonis 6 dan 4 tahun penjara pada sidang, Senin (13/3).

Dalam amar putusnya, majelis hakim pimpinan Dr. Yanto menyatakan, sependapat dengan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar yang menyebut terdakwa David James Taylor terbukti bersalah melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang/barang yang menyebabkan koban, I Wayan Sudarsa meninggal. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

Dalam amar putusnya, hakim menyebut pula bahwa, dari keterangan saksi-saksi yang pernah dihadirkan dalam persidangan, memang terdakwa David terbukti melakukan kekerasan secara bersama-sama dengan kekasihnya, Sara Connor, begitu pula dengan pengakuan terdakwa sendiri. “Menghukum terdakwa David James Taylor dengan pidana penjara selama 6 tahun,” tegas Hakim Dr. Yanto dalam putusanya. Putusan ini, lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun.

Atas putusan itu, baik terdakwa David James Taylor maupun maupun tim kuasa hukumnya pimpinan Haposan Sihombing menyatakan menerima. Bahkan David dengan tegas menyatakan siap menjelani hukuman 6 tahun penjara ini. “Saya siap menjalani hukuman ini,” kata David di muka sidang. Sedangkan Jaksa Oka Ariani menyatakan pikir-pikir.

Sementara untuk terdakwa Sara Connor, mejelis hakim pimpinan Made Pasek juga menyatakan terdakwa Sara terbukti bersalah melakukan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang/barang yang menyebabkan koban, I Wayan Sudarsa meninggal. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.  Hanya saja hukuman untuk terdakwa Sara lebih ringan 2 tahun dari terdakwa David atau setengah dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut hukuman 8 tahun penjara.

Untuk terdakwa Sara, majelis hakim berpedapat bahwa, dari keterangan saksi-saksi yang salah satunya adalah saksi Suryana yang dalam keterangan mengatakan melihat terdakwa Sara Connor berada di atas tubuh korban sambil merangkul leher korban. Hal ini membuat hakim berkeyakinan bahwa Sara ikut membantu David saat begumul dengan terdakwa.

Selain itu tindakan Sara yang memotong indentitas milik korban bukan merupakan alasan takut disalah gunakan orang lain. Melainkan hakim menilai karena terdakwa Sara takut berperkara hukum. “Menghukum terdakwa Sara Connor dengan pidana penjara salama 4 tahun,” tegas hakim Made Pasek. Atas putusan itu yang setengah lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Ariani menyatakan pikir-pikir.

Sedangkan terdakwa Sara Connor yang didampingi kuasa hukum Robert Khuana dkk., seperti tidak terima. Usai hakim mengetukan palu tanda persidangan usai, tanpa basa-basi Sara langsung meninggalkan ruang sidang. “Kalau kami dari tim kuasa hukum Sara, menyatakan banding. Tapi kan tetap semuanya keputusan ada di tangan Sara,” jelas Erwin Siregar, salah satu kuasa hukum terdakwa Sara. “Harusnya Sara itu bebas, karena memang tidak ada saksi yang melihat Sara ikut melakukan penganiayaan,” pungkas Erwin.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua sejoli ini menjadi terdakwa dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan korban, I Wayan Sudarsa meninggal dunia. Kasus ini terjadi pada tanggal 17 Agustus tahun lalu di pantai Kuta, persis depan Hotel Pullman. Penganiayaan ini berawal saat terdakwa Sara Connor kehilangan sebuah tas saat sedang asik berdua dengan terdakwa David menikmati sebotol bir. Saat terdakwa David mencari tas yang hilang, terdakwa bertemu dengan korban, dan terjadilah pertengkaran. (pro)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment