Bupati Sikka Ajak Semua Pihak Bersinergi Majukan Pariwisata

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar  Rera dalam acara pelantikan Pengurus TMO dan Asita di Sao Wisata. bnn/yunusatabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Sinergitas dan kebersamaan semua pihak melalui wadah organisasi yang ada, secara bersama menata obyek dan potensi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Sikka.  Dengan demikian perkembangan pariwisata di Kabupaten Sikka, tahap demi tahap akan meningkat sehingga  hasilnya dapat dinikmati oleh generasi–generasi yang akan datang.

Disamping itu sinergisitas dan kerja sama yang baik perlu dibina dan ditingkatkan, antara sektor maupun antar destinasi sehingga pengembangan pariwisata dapat berjalan dengan baik. Seluruh potensi wisata Kabupaten Sikka dikelola secara baik dan maksimal dalam memajukan sektor pariwisata. Kemajuan pariwisata selain mendongkrak meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga meningkatkan kesejahteraan para pelaku pariwisata itu sendiri.

Hal itu dikatakan Bupati Sikk Drs. Yoseph Ansar Rera, saat melantik pengurus Tourism Management Organization (TMO) masa bhakti 2017–2021 dan pengurus DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Kabupaten Sikka 2016–2020 di Aula Hotel Sao Wisata Kecamatan Waigete, Senin (13/3/2017) siang.

“Kalau kita butuh satu titik destinasi, kita butuh akses jalan menuju titik destinasi itu, maka menyangkut pengerjaan jalan adalah tugas dari Dinas Pekerjaan Umum, sehingga kita membutuhkan kerja sama dan sinergisitas dengan semua pihak,” kata Bupati Ansar.

Bupati Ansar menyampaikan kunjungan wisatawan di Kabupaten Sikka ada peningkatan dari tahun ke tahun. Jumlah kunjungan tahun 2015 sebanyak 22.789 wisatawan dan tahun 2016 sebanyak 28.266 wisatawan.

Sedangkan jumlah belanja wisatawan, lanjut Bupati Ansar, tahun 2015 wisatawan nusantara seniai Rp 10.661.658.480 dan wisatawan mancanegara sebesar Rp  29.719.747.750. Pada tahun 2016 naik menjadi Rp 31.544.275.000 untuk wisatawan nusantara dan Rp. 132.021.092.000 untuk wisatawan manca negara.

Wakil Swisscontact Project Pariwisata Denpasar Steven Siwu menyampaikan apresiasi dukungan kepengurusan organisasi TMO yang baru dimana sebelumnya program TMO diawali dengan kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan SECO untuk mendukung pengembangan semua destinasi di seluruh Indonesia, termasuk beberapa tujuan wisatawan di  Flores.

“TMO dan Asita adalah mitra kerja pemerintah dalam upaya pengembangan pariwisata di Kabupaten Sikka. Karena kita ketahui bahwa di era tahun 1980-an Kabupaten Sikka merupakan salah satu kabupaten yang sangat maju di bidang pariwisata dan boleh dibilang perkembangan pariwisata lebih maju dari kabupaten lain kala itu,” kata Setven.

Sekretaris Asita NTT Jetty Abineno Masu dalam sambutannya mengatakan hakekat dan keberadaan organisasi Asita adalah untuk meningkatkan peran anggota Asita sebagai pelaku utama pariwisata nasional, penghasil devisa dan peningkatan pendapatan pengurus serta meningkatkan kapasitas usaha berdaya saing global.

Oleh karena itu sebagai pengurus daerah sangat menyambut gembira pembentukan DPC Asita khusus di Kabupaten Sikka karena dengan adanya kepengurusan DPC Asita bisa memudahkan komunikasi dan kerja sama antara anggota Asita termasuk penjualan paket-paket wisata.

“Mari Kita bergandengan tangan, memajukan pariwisata. Konsep kita tidak lokal tapi konsep kita global, kita jangan kalah dengan DPD Asita lainnya. Mari kita bergandengan tangan, kami DPD tidak bekerja sendiri. Kami berharap dari daerah Sikka kita jangan hanya menjual Flores karena di NTT bukan hanya Flores dan Kupang tapi seluruh wilayah NTT,”  kata Jetty.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka Kensius Didimus,  Direktur Pelaksana DMO Flores Andreas Dhenameda,  pelaku–pelaku Pariwisata dan para Pengurus TMO dan Asita. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author