Willy: Sampai Sekarang Saya Tidak Mengerti, Juga Banyak Kejanggalan

Bendahara Dinas Kesehatan Flotim Willy Wato Kolah. bnn/dok

Larantuka/BaliNewsNetwork-Bendahara Dinkes Willy Wato Kolah mengaku menemukan banyak kejanggalan dari peristiwa pembobolan dua brankas milik Dinas Kesehatan Flores Timur (Flotim). Bermula dari ketidakmengertian dirinya mengapa harus menjalankan tugas dinas ke Jakarta yang bukan menjadi tupoksinya, ada petugas jaga kantor namun bisa ada pembobolan serta pernyataan Kasat Reskrim terkait penggunaan Rp 290.000.000 tersebut yang dalam ingatan dirinya sama sekali tidak menyebutkan itu saat dia diperiksa.

“Saya jujur, banyak hal yang saya tidak mengerti. Aneh memang. Tahun lalu, saya hampir tidak pernah jalankan tugas keluar daerah, baru kemarin, ketika saya ditugaskan ke Jakarta yang urusan sebenarnya bukan tupoksi saya, saya ikut saja. Saya justru kaget ketika si petugas jaga malam telepon saya di  tanggal 27 Januari 2017(pagi) bahwa telah terjadi pencurian uang di brankas. Saya tanya dia, kok bisa? Terus kamu di mana? Mengapa kamu pulang rumah? Dia malah jawab, syukur saya pulang rumah, kalau saya di bunuh pencuri bagaimana? Ah, aneh,” ungkap Willy, ketika dikonfirmasi Kamis (09/03) lalu, sambil  terus-menerus mengucapkan dirinya sangat capek dengan kasus ini.

Dalam letihnya  itu, bendahara yang tidak diluluskan permohonan pengunduran dirinya pada Desember 2016 tersebut sangat mengharapkan agar pihak kepolisian Polres Flotim dapat bekerja gesit mengungkap kasus ini.

Kapolres Flores Timur  AKBP Irshan Yandri, SH., SIK, M.Si yang dikonfirmasi secara terpisah kembali menegaskan pihak penyidik Polres Flotim telah berkomitmen untuk mengungkapkan kasus yang dilaporkan sebagai pencurian ini.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang senantiasa dikembangkan tim penyidik, pihaknya telah menemukan  ada titik terang . Siapakah pelakunya? AKBP Yandri sambil tersenyum berujar,” Ya nantilah, kan aku uda bilang, dua minggu lagi. Ya, doakan ya, dua minggu lagi kami akan umumkan siapa yang mencuri uang rakyat tersebut,” ucap Kapolres AKBP Yandri yang diamini oleh Kasat Reskrim Iptu I Nengah Lantika.

Di lain pihak banyak masyarakat menilai penyidik Polres Flotim lambat menangani kasus tersebut. Menanggapi sorotan masyarakat terkait lambannya pengungkapan kasus ini, Kapolres Flotim AKBP Irshan Yandri secara  santai  mempersilahkan masyarakat untuk menilai kinerja mereka.

Bagi penyidik, sebagaimana yang ditegaskan Kapolres Flotim Irshan Yandri adalah kerja prefsional. Biar lambat asal pasti, demikianlah prinsip mereka. Semuanya berproses dan untuk mengungkapkan suatu kasus, penyidik harus mendasari pada bukti, minimal dua alat bukti.

‘Kita butuh waktu untuk itu. Berbagai pihak telah diambil keterangan, dan akan kami periksa saksi-saksi yang baru dan lagi melakukan pendalaman kepada saksi-saksi yang sebelumnya telah kita periksa. Hasil cloning ke-7 hp yang telah kita sita kemarin pun menjadi salah satu petunjuk untuk buat terang kasus ini. Ya, beri kami waktu, dalam dua minggu ini final dan akan kita umumkan. Santai saja bos, kita serius kok,” ucapnya sambil bergurau pada insan media liputan Flotim. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment