Mantan Wartawan Perang Diganjar Tujuh Bulan Penjara

David Fox Matthew (kiri) bersama penerjemahnya I Wayan Ana.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) menghukum mantan wartawan perang dari kantor berita Reuters bernama David Fox Matthew (54), dengan hukuman pidana penjara selama 7 bulan pada Kamis (9/3).

Pria berpaspor Inggris ini dihukum lantaran terbukti menggunakan narkotika untuk dirinya sendiri. Diketahui,  dari tangan terdakwa berhasil diamankan narkotika jenis hasis seberat 0,52 gram dan 10,9 gram.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin Edwin Djong menyatakan sependapat dengan dakwaan ke tiga Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni terdakwa terbukti bersalah tanpa hak sebagai penyalahguna narkoba untuk dirinya sendiri sebagaimana tertuang dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Namun, mejelis hakim tidak sependapat dengan tuntutan JPU yang dinilai terlalu berat.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman penjara selama 7 bulan,” tegas mejelis hakim saat membacakan surat putusannya.

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan terdakwa adalah perbuatan terdakwa dapat mempengaruhi generasi muda yang rentan terkena penyalahgunaan Narkotika. Sedangkan, hal yang meringakan terdakwa menyesal dan berlaku sopan selama proses persidangan serta tidak pernah dihukum.

Terhadap putusan mejelis hakim itu, penasihat hukum Haposan Sihombing dkk serta terdakwa sendiri dengan sumringah menerima putusan hakim.

Vonis yang dijatuhkan hakim ini lebih ringan dari tuntan JPU Tri Syahru Wira Kosadha yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 1 tahun. Karena itu, JPU akan kembali mempertimbangkan putusan hakim.

“Masih pikir-pikir yang mulia,” Kata Tri Syahru Wira Kosadha saat diminta jawaban terkait putusan oleh majelis hakim.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan terdakwa pada Sabtu (8/9/2016) lalu itu bermula dari tertangkapnya Guiseppe Serafino (berkas terpisah) oleh polisi dari Satnarkoba Polresta Denpasar.

Dalam pengakuanya di muka sidang, terdakwa mendapat hasis  dengan membeli dari seorang bule di On On Bar, Sanur. Terdakwa juga menerangkan, saat ditangkap tanggal 8 Oktober 2016 sekitar pukul 16.00 sore, dia mengaku tidak tahu kenapa ditangkap.

“Tapi setelah dijelaskan, saya mengerti. Saya ditangkap karena memiliki narkotika, saat itu juga saya langsung mengelurkan (hasish dan menaruh di atas meja,”kata terdakwa melalui I Wayan Ana, pennerjemahnya.

Terdakwa juga mengatakan, saat ditangkap, dia menyebut masih menyimpan hasis di tempat tinggalnya.

“Lalu saya dengan polisi menuju tempat tinggal saya dan menyerahkan hasis itu,” katanya terdakwa.

Terdakwa mengaku menggunakan narkotika karena stres sejak aktif menjadi wartawan saat meliput perang. (pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment